Jokowi: Saya Sedih, Kita Dipandang Negara Lain, di Negara Sendiri Dikerdilkan

Ekonomi | limapagi.id | Published at Kamis, 11 November 2021 - 17:55
Jokowi: Saya Sedih, Kita Dipandang Negara Lain, di Negara Sendiri Dikerdilkan

LIMAPAGI - Presiden Joko Widodo mengungkapkan rasa sedih saat menghadiri Hari Ulang Tahun ke-10 Partai Nasdem, Kamis 11 November 2021. Jokowi bilang Indonesia sangat dihargai dan dihormati oleh negara lain, tetapi di negara sendiri justru dikerdilkan.

Hal ini dirasakan Jokowi saat menghadiri beberapa pertemuan antar negara akhir Oktober hingga awal November 2021. Misalnya KTT G20 di Roma, KTT COP26 di Glasgow, berkunjung ke Abu Dhabi dan Dubai.

"Tetapi yang saya sering sedih, posisi kita dihargai, dihormati, dipandang negara lain tetapi sering di negara sendiri dikerdilkan. Ini yang sering membuat saya sedih," keluh Jokowi.

Misalnya di KTT G20, Jokowi bercerita soal dirinya yang kebanjiran pertemuan dadakan dengan kepala negara. Bahkan, Indonesia dipercaya menjadi presidensi atau tuan rumah dalam gelaran KTT G20 2022 di Bali bulan Desember nanti.

"Padahal pada posisi itu, mestinya Indonesia sebagai bangsa dihormati dan kita ingin warga negara kita dihormati dan dihargai warga negara lain dimanapun WNI kita berada," sebutnya.

Jokowi juga menyinggung soal Indonesia yang dijajah selama 350 tahun. Namun, mentalitas dan DNA bangsa Indonesia harus berubah, bukan lagi sebagai bangsa terjajah tetapi bangsa yang optimis dan memiliki ajaran budi pekerti sebagai warisan kearifan lokal.

"Kita harus membangun rasa percaya diri, optimisme, sebagai bangsa. Jangan sampai kita kehilangan orientasi itu dan itulah yang dinamakan gerakan perubahan atau restorasi.Mental terjajah itu jangan sampai enggak hilang-hilang sampai sekarang, jangan juga dipelihara. Karena harus ingat kita punya penggalan kejayaan sejarah oleh pendahulu kita," serunya.

Artikel Asli