Kawal Investasi Sampai Bangun Infarstruktur, Bahlil: Jangan Ada Hantu Main Belakang

Ekonomi | sindonews | Published at Kamis, 11 November 2021 - 14:13
Kawal Investasi Sampai Bangun Infarstruktur, Bahlil: Jangan Ada Hantu Main Belakang

JAKARTA - Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen untuk mengawal investasi yang masuk ke Tanah Air sampai dengan selesai. Lantaran itu Ia mengajak untuk mengubah pola pikir yakni harus menjemput bola dan tidak boleh hanya berada di belakangan meja berharap seperti tuan.

"Kami tidak bisa lagi, di Kementerian Investasi polanya jemput bola bukan nunggu bola. Sebab rakyat dan negara akan dapat multiplier effect jika mereka sudah beroperasi. Kalau masih komitmen dan abis izin itu belum selesai," kata Menteri Investasi Bahlil dalam video virtual di Jakarta, Kamis (11/11/2021).

Lebih lanjut Bahlil menerangkan, punya beberapa strategi agar investasi di Indonesia terus meroket. Meski begitu Ia mewanti-wanti agar tidak ada hantu yang menganggu jalannya realisasi investasi.

"Apa strateginya? Izin kami kawal sampai final closing, sampai bangun infrastruktur. Kita kawal terus jangan diganggu-ganggu, jangan ada hantu yang main di belakang. Kalau barang ini diganggu, bagaimana dia mau jalan," ungkapnya.

Dia menambahkan, Uni Emirate Arab (UEA) bakal masuk daftar 5 besar negara investor terkuat bagi Indonesia. Keyakinan itu muncul karena kedekatan hubungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan raja-raja di sana, termasuk Mohammed bin Zayed (MBZ).

"Tidak gampang memang meyakinkan orang Arab ini, harus ada strategi, harus ada chemistry hubungan baik raja di UEA dengan bapak Presiden Jokowi. Dalam pandangan kami, ini luar biasa sekali komunikasinya, sangat dalam," ungkapnya.

Menurut dia, negara-negara investor besar dunia patut waspada dengan kehadiran UEA sebagai pendatang baru. Khususnya dalam menanamkan investasinya ke Indonesia.

"Baik Amerika, Eropa, China sekalipun enggak boleh menutup diri, dan posisi UEA sangat strategis. UEA punya ekonomi bagus dan punya jaringan bagus dengan Indonesia. Secara kultur, konteks agama, ada hubungan emosional," tandasnya.

Artikel Asli