Jokowi Bangga RI Jadi Negara Berkembang Pertama Jadi Presidensi G20

Ekonomi | limapagi.id | Published at Kamis, 11 November 2021 - 13:30
Jokowi Bangga RI Jadi Negara Berkembang Pertama Jadi Presidensi G20

LIMAPAGI - Presiden Joko Widodo bangga Indonesia menjadi negara berkembang pertama sebagai presidensi negara-negara maju G20. Presidensi G20 adalah posisi di mana sebuah negara menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan G20.

Untuk tahun 2022, Indonesia terpilih dan tengah mempersiapkan penyelenggaraan forum yang akan berlangsung sejak 1 Desember 2021 nanti. Ini merupakan kali pertama Indonesia terpilih sebagai presidensi G20 sejak dibentuknya G20 pada tahun 1999.

"Indonesia negara berkembang pertama yang menjadi presidensi G20. Kita harus manfaatkan sebaik-baiknya dan duduk dengan negara maju untuk kepentingan nasional kita," ungkap Jokowi saat menghadiri Hari Ulang Tahun ke-10 Partai Nasdem, Kamis 11 November 2021.

Indonesia, menurut Jokowi, dinilai sebagai negara besar oleh negara-negara G20. Sebagai tuan rumah nantinya, Indonesia ingin memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan kepentingan nasional.

"Perlu saya tegaskan kita negara besar yang sering kita lupa. Nanti setelah kita jadi Ketuaan di G20, di 2022 mungkin kita menerima tongkat di ASEAN juga, mungkin di Oktober atau November 2022. Kita negara besar dengan sejarah besarnya. Kita ingin manfaatkan ini mempengaruhi kebijakan dunia dalam rangka apapun," tuturnya.

Sebagai catatan, forum G20 terdiri dari 20 negara yaitu AS, Argentina, Brasil, Australia, Kanada, Meksiko, Turki, Indonesia, Korea Selatan, Jepang, China, Jerman, Inggris, India, Arab Saudi, Afrika Selatan, Italia, Indonesia, Prancis, Rusia, ditambah Uni Eropa. Indonesia juga menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menjadi anggota G20.

Secara umum, G20 menjadi representasi perekonomian dunia dan memiliki posisi strategis. Negara-negara yang tergabung di G20 ini menguasai 85 persen PDB dunia, 80 persen investasi global, 75 persen perdagangan dunia, dan 66 persen populasi dunia.

Sejak awal terbentuknya G20, Indonesia telah menjadi anggota pertemuan Forum pada 1999. Kemudian pada 2008, Presiden Indonesia untuk pertama kalinya diundang dalam KTT G20 di Amerika Serikat dan kini ditetapkan sebagai presidensi G20 Tahun 2022.

Dalam pertemuan G20, berlangsung dua jalur, yaitu Finance Track yang membahas isu-isu di bidang ekonomi, keuangan, fiskal dan moneter, serta Sherpa Track yang membicarakan isu-isu ekonomi nonkeuangan, seperti energi, pembangunan, pariwisata, ekonomi digital, pendidikan, tenaga kerja, pertanian, perdagangan, investasi, industri, kesehatan, anti korupsi, lingkungan, dan perubahan iklim.

G20 sebenarnya tidak tidak memiliki sekretariat secara permanen. Untuk itu, setiap tahunnya akan dipilih presidensi G20 atau tuan rumah secara konsensus pada KTT berdasarkan sistem rotasi kawasan.

Artikel Asli