UMKM Asal Surabaya Ini Raup Omzet Hingga Rp 70 Juta Lewat Tokopedia

Ekonomi | jawapos | Published at Kamis, 11 November 2021 - 11:04
UMKM Asal Surabaya Ini Raup Omzet Hingga Rp 70 Juta Lewat Tokopedia

JawaPos.com Pelaku usaha yang menjual produk dengan material kulit yang tergabung dalam platform digital Tokopedia, Verne Indonesia, mengaku merasa terbantu dengan adanya platform digital.

Verne Indonesia sendiri berdiri sejak tahun 2011 yang berawal kecintaan terhadap material kulit. Sejak itu, Verne Indonesia menjadikan kulit sebagai material utama dalam berkarya, berkomitmen untuk menciptakan produk dengan nilai craftsmanship tinggi, dan dapat dinikmati sebagai produk kelas atas.

Verne Indonesia mulai bergabung di Tokopedia sejak tahun 2017, kata Manager Verne Indonesia Marsetio Hariadi kepada JawaPos.com, Rabu (10/11).

Marsetio menceritakan, alasan dirinya menjadikan leather sebagai material utama karena produk tersebut memiliki nilai craftsmanship tinggi, dan dapat dinikmati sebagai produk kelas atas. Kelebihan material leather sudah diakui peradaban, dari segi kealamian dan daya tahannya, sebutnya.

Menurutnya, tren tak akan menjadi jati diri brand. Namun, nilai-nilai luhur masyarakatlah yang akan menjadi pedoman untuknya. Sehingga, dalam pemilihan tema pun dilakukan secara filosofis dari karya-karya novelis Jules Verne. Cerita sarat petualangan yang bernafaskan fiksi sains, melebur dengan value-value lain yang sudah kami ciptakan sendiri, imbuhnya.

Ia mengungkapkan lebih jauh, produk tersebut dikerjakan di workshop oleh para crafter. Di workshop tersedia peralatan lengkap jahit tangan (hand stitching, handcrafting), beberapa mesin jahit, mesin seset, mesin emboss, dan mesin plong.

Apabila pesanan datang secara membludak dan berjumlah banyak, misalkan garapan souvenir pernikahan atau kebutuhan korporasi, stationery perusahaan dan sebagainya, tidak menutup kemungkinan kami membagi pekerjaan ini pada teman-teman industri jahit kulit rumahan (berdiri sama dengan kami) yang kami kenal untuk meringankan atau mempercepat kerja produksi, tuturnya.

Pihaknya sendiri mulai bergabung di Tokopedia pada 2017 silam, setelah 7 tahun berkecimpung di pasar offline dan pop-up market yang banyak dikenal oleh anak muda. Namun, kunjungan offline terus menurun dan mengalami kendala dalam membiasakan diri pada pasar online atau digital. Apalagi, lambat laun pergerakan digital mempengaruhi banyak hal.

Semenjak bergabung di Tokopedia pada tahun 2017, pemasukan utama kami hingga kini berasal dari penjualan online. Berbelanja online sepertinya kini telah menjadi pilihan utama masyarakat. Selain praktis dan mudah, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Tokopedia berimbas baik pada produk kami, sebutnya.

Bahkan, saat ini Tokopedia menjadi jalur utama untuk penjualan barang-barang reguler seperti dompet, dan tas. Setiap bulannya kami melayani order sebanyak 50 hingga 60 pesanan, dan mengalami peningkatan jumlah transaksi hampir 2 kali lipat pada kuartal III 2021 jika dibandingkan dengan kuartal yang sama di tahun sebelumnya. Omzet Verne Indonesia dari Tokopedia sendiri berkisar antara 60 70 juta per bulan.

Co-Founder & Vice Chairman Tokopedia Leontinus A. Edison memandang, UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia harus dapat beradaptasi dan menciptakan peluang agar mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri, terutama di tengah persaingan yang ketat.

Selain itu, Leontinus mengungkapkan, pihaknya terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah guna mendorong kapasitas pegiat UMKM lokal serta mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dari penjual terdekat agar lebih efisien.

Harapannya, agar tercipta hubungan selaras dan bisa memberikan manfaat kepada satu sama lain dengan dukungan teknologi dan non-teknologi bagi para UMKM agar dapat beradaptasi dan tumbuh di tengah pandemi, beragam program untuk mendorong daya beli konsumen, hingga membantu mitra driver supaya tetap produktif, sehat, dan aman, ucapnya.

Sedangkan, Walikota Surabaya Eri Cahyadi menambahkan, saat ini pemulihan ekonomi menjadi salah satu fokus perhatian Pemerintah Kota Surabaya, namun dibutuhkan keterlibatan dan kerja sama lintas sektor serta adanya inovasi agar pemulihan ini bisa berjalan dengan cepat.

Kolaborasi lintas sektor memegang peranan penting dalam mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi, karena itu kami berterima kasih atas dukungan GoTo dengan program #BangkitBersama-nya yang hadir di Surabaya, ungkapnya.

Harapannya, dengan hadirnya gerakan bangkit bersama ini diharapkan dapat menjadi suatu kelanjutan dari kerja sama yang selama ini sudah berjalan baik antara GoTo dengan Pemerintah Kota, khususnya kerja sama yang bertujuan agar UMKM go-digital dengan memanfaatkan ekosistem yang sudah disediakan.

Jadi, saya berpesan dan mengingatkan kepada para mitra UMKM yang ada di Surabaya ayo bersama sama kita bangkit dan keluar dari kondisi pandemi ini, manfaatkan ekosistem digital dan ikuti beragam pelatihan peningkatan kemampuan yang dihadirkan oleh GoTo, sehingga produk UMKM Surabaya bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, pungkasnya.

Artikel Asli