Artha Graha Peduli Dukung Startup Anak Bangsa Kelola Lingkungan Indonesia

Ekonomi | wartaekonomi | Published at Kamis, 11 November 2021 - 10:35
Artha Graha Peduli Dukung Startup Anak Bangsa Kelola Lingkungan Indonesia

Artha Graha Group melalui Artha Graha Peduli melakukan penandatanganan kerja sama dengan startup asli bangsa Indonesia, yaitu dengan Sampangan.id dan Bumoon.io.

Kerja sama itu bertujuan membangun industri pengolahan sampah agar sampah dapat menjadi produk turunan serta mempunyai nilai ekonomi tinggi, yaitu karbon aktif yang merupakan makanan mewah bagi tanaman, desifektan, crowd oil , dan liquid smoke sehingga dapat mengurangi masalah sampah di Indonesia.

Seperti disampaikan oleh Happy Murdianto, CEO Bumoon.io, dan Mohamad Fauzal Rizki, CEO Sampangan.id, mereka sepakat, "Kerja sama ini merupakan langkah kongkret kami sebagai putra bangsa untuk berperan aktif mengatasi masalah sampah."

Aksi nyata ditujukan pada pengelolaan sampah di seluruh pelosok Indonesia dan dukungan terhadap industri agrikultur, serta komitmen untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang kerugian emisi karbon bagi lingkungan dengan menghasilkan keuntungan dari melakukan kegiatan mudah dan transparan yang berdampak positif bagi bumi.

"Tujuan penting dari pengelolaan sampah ialah agar memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga menjadi game charge pemulihan ekonomi Indonesia," jelas mereka dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (11/11/2021).

Kerja sama ini diharapkan agar tidak ada lagi tempat pembuangan sampah menumpuk menjadi "gunungan sampah", tapi diolah dengan alat "magic box" menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi sehingga dapat dijual ke pasar Indonesia maupun pasar global serta jadi pemasukan devisa bagi negara sesuai harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hanna Lilies Puspawati dari Artha Graha group menyatakan, "Saya sangat kagum terhadap produk lokal ini, diciptakan murni oleh anak bangsa yang peduli dan berupaya keras untuk dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengurangan pemanasan global ( Global Warming ) dan pelestarian lingkungan Indonesia."

Artikel Asli