Meskipun Punya Potensi, Herbal untuk Penanganan Diabetes Jangan Dijadikan Standar Utama

Ekonomi | wartaekonomi | Published at Kamis, 11 November 2021 - 09:00
Meskipun Punya Potensi, Herbal untuk Penanganan Diabetes Jangan Dijadikan Standar Utama

Indonesia termasuk negara yang cukup banyak menghasilkan rempah ataupun tanaman yang bisa jadi alternatif penanganan masalah penyakit kronis semisal diabetes .

Banyak klaim herbal berupa rempah atau tanaman dan tumbuhan yang mengatakan bisa menjadi bagian dari perawatan penyakit kronis, tak terkecuali diabetes.

Herbal dari tanaman kini menjadi salah satu alternatif yang dipilih dalam usaha perawatan dan penanganan beberapa macam penyakit. Bukannya tanpa alasan, selain dampak jangka panjang obat-obatan kimia yag menimbulkan risiko dibandingkan dengan herbal , tanaman herbal cederung lebih ramah isi kantong dibanding dengan obat -obatan ilmiah.

Namun Anda harus tetap waspada dalam penggunaan herbal yang megklaim bahwa bisa menyembuhkan atau paling tidak menjadi bagian dalam perawatan penyakit kronis seperti diabetes.

Lebih baik gunakan yang sudah pasti yaitu obat-obatan ataupun dengan insulin, olahraga ataupun yang lainnya Ujar dr. Prasna Pramitha SpPD, seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam, pada kegiatan live Instagram HerTalk: Gak Ada Keturunan, Diabetes Tetap Bisa Menyerang? yang diadakan oleh Herstory (10/11/21).

Prasna menambahkan mengenai ketidakjelasan aturan konsumsi herbal dalam penanganan diabetes sehingga bisa menimbulkan risiko yang mungkin lebih parah.

Kalau herbal kadang kita tidak tahu misal pakai daun apa, mesti kasih berapa banyak, minumya berapa banyak, itu kita juga nggak tahu takarannya. Tambah Prasna.

Lebih lanjut Prasna menjalaskan bahwa sesuatu bisa dijadikan obat suatu penyakit mesti lewat penelitian yang panjang dan disahkan.

Diabetes perlu menjadi perhatian lebih karena nyatanya banyak orang yang tidak sadar mengidapnya.

Baru sekitar 25% penderita diabetes yang mengetahui bahwa mereka menderita diabetes. Tulis laporan yang berjudul Tetap Produktif, Cegah, dan Atasi Diabetes Melitus yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan pada tahun 2020.

Artikel Asli