Loading...
Loading…
Ini Dia Penyebab IHSG Terjerembab ke Zona Merah

Ini Dia Penyebab IHSG Terjerembab ke Zona Merah

Ekonomi | sindonews | Rabu, 27 Oktober 2021 - 17:50

JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di zona merah atau melemah sebesar 54,729 poin (0,82%) ke level 6.602,209 pada perdagangan hari ini, Rabu (27/10/2021).

Kendati dibuka menguat di 6.664,374, indeks tak sanggup mempertahankannya sehingga harus jatuh hingga sempat menyentuh titik terendahnya di level 6.590. Pelemahan ini membawa performa indeks merosot 0,81% dalam sepekan, kendati secara year to date masih cemerlang atau positif sebesar 10,42%.

Research Analyst MNC Sekuritas Aqil Triyadi mencermati pelemahan IHSG hari ini cenderung wajar mengingat kenaikannya yang beruntun dalam beberapa waktu terakhir. Kendati peluang penguatan masih terbuka, dirinya menitikberatkan pergerakan pasar bakal rawan koreksi lebih dalam yang biasanya terjadi pada November.

"Koreksi ini diperkirakan akan menuju 6.573 atau menuju ke level supportnya di 6.451. Dan kita lihat pergerakan IHSG kita tahu sudah memasuki akhir Oktober. Biasanya ketika masuk November, pergerakan IHSG rawan koreksi," katanya kepada MNC Portal, Rabu (27/10/2021).

Selain karena profit taking, Aqil mengungkapkan ada sejumlah sentimen yang turut memicu pergerakan indeks, seperti beberapa rilis emiten bigcaps menunjukkkan catatan positif. Sedangkan pelemahan, terangnya, didorong oleh sentimen kekhawatiran atas penyebaran Covid-19 yang mulai tumbuh kembali.

Baca Juga :
Duh, IHSG Jeblok pada Pembukaan Sesi Pertama: Senin, 18 Januari 2021

"Selain itu yang bisa menarik dicermati kenapa IHSG terkoreksi, kita lihat masih ada kekhawatiran terhadap gelombang Covid-19 di beberapa negara. Tak hanya di Asia, juga di Eropa yang dapat menyebabkan kekhawatiran pasar. Beberapa indeks di Asia juga terpantau berada di zona merah," tandasnya.

Untuk diketahui, aktivitas pembelian bersih investor asing hari ini mencapai Rp223,65 miliar yang mencakup Rp151,56 di pasar reguler, dan Rp72,09 miliar di pasar negosiasi-tunai.

Original Source

Topik Menarik