Loading...
Loading…
Menko Airlangga: Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama di Bidang Kelapa Sawit

Menko Airlangga: Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama di Bidang Kelapa Sawit

Ekonomi | inewsid | Senin, 25 Oktober 2021 - 21:56

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto, mengatakan Pemerintah Indonesia dan Malaysia memperkuat kerja sama di bidang kelapa sawit. Hal itu, terutama dikhususkan pada kebijakan dan perdagangan terkait kelapa sawit dan CPO.

Menurut dia, Malaysia merupakan salah satu mitra ekonomi utama dalam hal investasi dan perdagangan. Selama semester I tahun 2021, Penanaman Modal Asing (PMA) yang berasal dari Malaysia mencapai 706,8 juta dolar Amerika Serikat (AS), dan tersebar di 1.324 proyek.

Dari sisi perdagangan barang, volume perdagangan bilateral antar negara telah mencapai 15,03 juta dolar AS pada tahun 2020 dan 13,43 juta dolar AS selama Januari hingga Oktober 2021.

Hal tersebut menunjukkan intensnya hubungan bilateral kedua negara (Indonesia-Malaysia,Red), kata Menko Airlangga, dalam keterangan, Senin (25/10/2021).

Dia menyampaikan, Indonesia sebagai Ketua Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) mengajak negara-negara produsen kelapa sawit mengantisipasi kemungkinan terjadinya siklus harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) melalui peningkatan konsumsi domestik sebagai alat manajemen permintaan.

Baca Juga :
Menko Airlangga: Kebijakan Mandatori B30 Berhasil Sejahterakan Petani Kelapa Sawit

Pengelolaan harga minyak sawit berkelannjutan dapat dicapai dengan melaksanakan program mandat B30 di Indonesia dan B20 di Malaysia. Strategi ini penting untuk menyeimbangkan pasokan dengan permintaan, yang akan menjaga harga CPO global.

Hal penting yang ingin kami tekankan adalah pentingnya negara-negara anggota CPOPC mengintensifkan upaya untuk memastikan harga minyak sawit berkelanjutan. Kami menggarisbawahi tren positif atas pertumbuhan permintaan minyak sawit dan tren kenaikan minyak sawit secara umum, tutur Menko Airlangga.

Dia mengungkapkan, Indonesia mengapresiasi pembentukan CPOPC Scientific Committee untuk fokus pada penyusunan proposal penelitian yang tepat, mengkaji proposal penelitian, mendorong kegiatan penelitian dan pengembangan guna memberikan temuan penelitian dalam memperkaya pengetahuan terkait sektor kelapa sawit.

Kami berharap komite dapat bekerja untuk kepentingan terbaik negara-negara anggota termasuk upaya melawan kampanye negatif terhadap minyak sawit, ujar Menko Airlangga.

Terkait maraknya kampanye negatif terhadap produk kelapa sawit, sebagai negara penghasil kelapa sawit, Airlangga mengatakan, Indonesia-Malaysia perlu melakukan kampanye positif terhadap kelapa sawit secara efektif, efisien dan tepat sasaran. Indonesia mengapresiasi kemajuan program Countering Anti Palm Oil Campaign yang dilakukan CPOPC berdasarkan persetujuan negara anggota (Indonesia-Malaysia).

Baca Juga :
Mantap! Kebijakan Mandatori B30 Sukses Stabilkan Harga dan Sejahterakan Petani Sawit

Program-program ini termasuk kampanye advokasi di Uni Eropa, kampanye media sosial di negara-negara anggota, serta strategi komunikasi dan promosi di negara-negara konsumen minyak sawit, ungkap Airlangga.

Dalam waktu dekat, program kampanye positif diharapkan dapat dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan minyak nabati lainnya, tidak hanya fokus pada kelapa sawit.

"Publikasi kontribusi minyak nabati untuk memenuhi Sustainable Development Goals (SDGs) harus lebih sering disebarluaskan, kata Airlangga.

Original Source

Topik Menarik

{