Loading...
Loading…
Kilau Emas Meredup Dipengaruhi Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS

Kilau Emas Meredup Dipengaruhi Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS

Ekonomi | koran-jakarta.com | Jumat, 22 Oktober 2021 - 15:23

Chicago - Harga emas sedikit lebih rendah dalam perdagangan bergejolak pada akhir transaksi Kamis (21/10) atau Jumat (22/10) pagi WIB, setelah dua hari beruntun mencatat keuntungan, tertekan oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang melawan dukungan dari kekhawatiran atas kenaikan inflasi dan sektor properti Tiongkok yang bermasalah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, tergelincir 3 dollar AS atau 0,17 persen, menjadi ditutup pada 1,781,90 dollar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Rabu (20/10/2021), emas berjangka melonjak 14,4 dollar AS atau 0,81 persen menjadi 1.784,90 dollar AS per ounce.

Emas berjangka juga terangkat 4,8 dollar AS atau 0,27 persen menjadi 1.770,50 dollar AS pada Selasa (19/10/2021), setelah jatuh 2,6 dollar AS atau 0,15 persen menjadi 1.765,70 dollar AS pada Senin (18/10/2021), dan anjlok 29,6 dollar AS atau 1,65 persen menjadi 1.768,30 dollar AS pada Jumat (15/10/2021).

"The Fed akan melakukan tapering dan imbal hasil akan mencapai level tertinggi sepanjang masa sehingga tidak ada alasan bagi orang untuk memarkir uang mereka di aset-aset aman yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang menjadi acuan naik ke tertinggi lima bulan, karena ekonomi yang pulih dengan cepat memperbarui pertanyaan tentang kapan Federal Reserve akan menaikkan suku bunganya.

Sementara emas sering dianggap sebagai lindung nilai inflasi, pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Streible mengatakan saham Evergrande yang mengakhiri sesi dengan 12,5 persen lebih rendah adalah positif untuk emas.

Ekuitas di seluruh Asia dan Eropa jatuh setelah Evergrande mengatakan pada Rabu (20/10/2021) malam bahwa mereka telah membatalkan kesepakatan untuk menjual 50,1 persen saham di unit jasa propertinya, dan kekhawatiran inflasi juga berdampak pada pasar.

Original Source

Topik Menarik