Punya Lumbung Beras, Indonesia Timur Bakal Tak Bergantung Pasokan dari Jawa

limapagi.id | Ekonomi | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 14:04
Punya Lumbung Beras, Indonesia Timur Bakal Tak Bergantung Pasokan dari Jawa

LIMAPAGI - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi membeberkan wilayah Indonesia di bagian timur bakal tak tergantung lagi pasokan beras dari Jawa. Sebab, di Merauke telah dibangun lumbung padi yang diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan beras di wilayah timur.

Budi mengatakan, hal itu juga diperkirakan akan mengurangi jumlah kiriman kontainer dari barat ke timur. Justru, pengiriman dari timur ke barat akan meningkat seiring dengan dibangunnya proyek tol laut dan diremikannya penggabungan atau merger PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Tol laut yang secara khusus kita bagun itu menjumpai pelabuhan-pelabuhan dan diharapkan sesuai dengan arahan Presiden, beras tidak lagi dari Jawa berarti angkutan dari barat ke timur akan berkurang, dan dari timur ke barat akan dimulai, kata Budi dalam peresmian merger Pelindon I-IV di Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis 14 Oktober 2021.

Menurut dia, pembangunan proyek tol laut dan merger perusahaan pelat merah dilakukan dengan cara yang tak mudah. Prosesnya pun membutuhkan waktu yang cukup lama.

Kendati demikian, dengan kerja sama seluruh pemangku kepentingan proyek itu bisa diselesaikan dengan tepat waktu. Budi pun optimistis dengan adanya lumbung padi dan mudahnya distribusi logistik, kedaulatan pangan di wilayah timur dapat segera tercapai.

Presiden sudah mengarahkan agar lumbung beras tersebut agar memenuhi semua kebutuhan di Indonesia bagian timur, Papua sudah kita lakukan, dan di NTT sudah mulai, ucapnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan adanya merger Pelindo akan menekan biaya logistik. Sebab, biaya logistik di Indonesia masih tinggi atau berada di level 23 persen jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang berada di kisaran 12 persen.

Keyakinan itu didasari atas penilaian bila Pelindo Group menjadi kekuatan ekonomi baru di Indonesia untuk menyeimbangkan pasar di sektor kelautan. Khususnya, menekan tingginya biaya logistik.

"Kita tahu biaya logistik negara kita dibanding negara tetangga kita masih jauh, tertinggal kita ini. Mereka biaya logistiknya hanya 12 persen kurang lebih, kita masih 23 persen. Artinya ada yang tidak efisien di negara kita," ujar Jokowi.

Artikel Asli