Jokowi: Saya Tunggu-tunggu 7 Tahun Merger Pelindo Enggak Terealisasi

limapagi.id | Ekonomi | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 12:56
Jokowi: Saya Tunggu-tunggu 7 Tahun Merger Pelindo Enggak Terealisasi

LIMAPAGI - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mampu mewujudkan salah satu impiannya untuk menggerakan ekonomi melalui penggabungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) I-IV di tahun 2021.

Ia mengaku telah menanti selama tujuh tahun sebelum mimpinya menjadi kenyataan.

"Saya tunggu tunggu tujuh tahun tidak terealisasi. Sudah dimulai, oke kalau tidak diholdingkan (langsung), transisinya ada, virtual holding. Dilakukan virtual holding-nya tapi holding-nya belum ketemu," ujar Jokowi dalam peresmian merger Pelindon I-IV di Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis 14 Oktober 2021.

Ia menyebut tujuh tahun silam dirinya memerintahkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat itu yakni Rini Soemarno untuk menggabungkan keempat perusahaan pelat merah tersebut. Namun realisasinya baru tercapai di tahun ini.

Ia berharap dengan merger ini, biaya logistik di Indonesia bisa bersaing dengan negara lain. Saat ini biaya logistik di Indonesia masih tinggi atau berada di level 23 persen jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang berada di kisaran 12 persen saja.

"Artinya daya saing kita, competitiveness kita menjadi lebih baik," kata dia.

Seperti diketahui, peresmian merger Pelindo diperkuat dengan penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 101 Tahun 2021 tentang Penggabungan PT Pelindo I, III, dan IV (Persero) ke Dalam PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) yang diteken Jokowi pada awal Oktober lalu.

Dalam perkembangannya, Kementerian BUMN sebagai pemegang saham memfasilitasi penandatanganan akta merger atau penggabungan yang dilakukan Direktur Utama Pelindo I Prasetyo, Direktur Utama Pelindo II, Arif Suhartono, Direktur Utama Pelindo III, Boy Robyanto, dan Direktur Pelindo IV, Prasetyadi.

Setelah penandatanganan akta, pemegang saham pun menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menetapkan jajaran Komisaris dan Direksi perseroan.

Melalui RUPSLB, Erick Thohir menetapkan Dewan Direksi dan Komisaris hingga nama dan tugas empat subholding Pelindo.

Artikel Asli