Perjanjian Pertukaran Uang Indonesia-Jepang Diperpanjang, Apa Untungnya?

limapagi.id | Ekonomi | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 13:21
Perjanjian Pertukaran Uang Indonesia-Jepang Diperpanjang, Apa Untungnya?

LIMAPAGI - Bank Indonesia (BI) dan Bank Sentral Jepang (Bank of Japan), yang bertindak sebagai agen Kementerian Keuangan Jepang, telah menandatangani perjanjian perpanjangan kerja sama Bilateral Swap Arrangement (BSA). Perjanjian ini berlaku efektif pada tanggal 14 Oktober 2021.

Swap merupakan transaksi pertukaran dua valuta asing melalui pembelian tunai dengan penjualan kembali secara berjangka, atau penjualan tunai dengan pembelian kembali secara berjangka.

Diperpanjangnya perjanjian ini memungkinkan adanya kepastian kurs karena bersifat tetap selama kontrak. Kerugian selisih kurs pun bisa dihindari.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan kepastian kurs (kurs bersifat tetap selama kontrak), sehingga dapat menghindari keugian selisih kurs.

Sebagaimana perjanjian sebelumnya, kerja sama ini memungkinkan Indonesia untuk melakukan swap mata uang Rupiah dengan Dolar AS dan/atau Yen Jepang dengan nilai fasilitas swap yang sama, yaitu sampai dengan 22,76 miliar dolar AS atau nilai yang setara dalam Yen Jepang, kata Kepala Grup Departemen Komunikasi BI, Muhamad Nur, dalam keterangannya, Kamis, 14 Oktober 2021.

Ia menyebut perpanjangan kerja sama BSA Indonesia-Jepang ini juga sekaligus memerhatikan keselarasannya dengan amendemen pada perjanjian Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) yang menjadi rujukan dalam kerja sama BSA ini.

Untuk diketahui, CMIM merupakan inisiatif kerja sama keuangan regional di antara negara-negara ASEAN+3 dalam bentuk fasilitas dukungan likuiditas.

Ragam fasilitas itu diberikan bagi negara anggota sebagai bagian jaring pengaman keuangan (financial safety net) negara-negara dimaksud.

Perpanjangan BSA diharapkan dapat semakin memperkuat kerja sama keuangan kedua negara dalam menyediakan jaring pengaman keuangan.

Dari sana diharapkan pula kontribusi pada stabilitas keuangan di tingkat regional dan global.

Adapun perjanjian kerja sama BSA Indonesia-Jepang pertama kali ditandatangani pada 17 Februari 2003 dan terakhir diperpanjang pada 14 Oktober 2018 dengan masa berlaku 3 tahun.

Artikel Asli