Rupiah Berpotensi Jadi Mata Uang Berkinerja Terbaik di Asia pada Kuartal IV

inewsid | Ekonomi | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 07:35
Rupiah Berpotensi Jadi Mata Uang Berkinerja Terbaik di Asia pada Kuartal IV

SINGAPURA, iNews.id - Rupiah berpotensi menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di Asia untuk sisa tahun ini. Potensi ini didukung naiknya harga komoditas yang diperkirakan akan mendorong surplus neraca perdagangan Indonesia.

Adapun neraca perdagangan Indonesia pada Agustus kembali mencetak rekor baru, dengan surplus sebesar 4,74 miliar dolar AS. Ini merupakan surplus ke-16 kali secara berturut-turut.

Sementara sebagai negara pengekspor batu bara dan minyak sawit, Indonesia diuntungkan dari krisis energi global, yang telah mengguncang sejumlah negara importir komoditas.

Rupiah menguat 1,3 persen pada kuartal III tahun ini di tengah melemahnya mata uang Asia lainnya akibat meningkatnya imbah hasil Treasury AS. Dengan rekor cadangan devisa negara, Bank Indonesia memiliki banyak amunisi untuk mendukung rupiah jika imbal hasil AS meningkat lebih lanjut dalam beberapa bulan ke depan.

"Kami bersandar secara positif pada rupiah dan memperkirakan akan tetap menjadi salah satu mata uang berkinerja terbaik di semua pasar negara berkembang Asia di kuartal IV," kata Kepala Penelitian FX ASEAN dan Asia Selatan di Standard Chartered Bank di Singapura, Duvya Devesh, dikutip dari Bloomberg , Kamis (14/10/2021).

Dia mengatakan, Indonesia berada dalam posisi yang lebih baik dibanding sebelum taper tantrum 2013. Namun ada potensi rupiah juga tidak menjadi yang terbaik di Asia pada kuartal ini setelah mencatat kinerja terbaik pada kuartal III akibat ketidakmampuan rupiah menembus level resistensi Rp14.200 per dolar AS pada bulan lalu, meskipun ada momentum bullish.

Peningkatan imbal hasil Treasury yang berkelanjutan juga dapat membebani daya tarik perdagangan rupiah. Sementara investor asing melakukan aksi jual bersih surat utang negara (SBN) selama 13 hari berturut-turut hingga 5 Oktober 2021.

Kendati demikian, banyak rival regional rupiah yang menghadapi tantangan lebih besar. Mata uang Thailand, Baht telah terseret melambatnya ekonomi dan meningkatnya defisit transaksi berjalan negara tersebut, sedangkan bank sentral Filipina mengisyaratkan peso berpotensi melemah lebih dalam pada kuartal ini.

Sementara itu, penguatan dolar Singapura mungkin terbatas jika Otoritas Moneter Singapura membiarkan parameter kebijakannya tidak berubah pada tinjauan kebijakan moneter mendatang, seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Mata uang Malaysia adalah satu-satunya yang bisa mengalahkan kenaikan rupiah. Tingginya tingkat vaksinasi di negara tersebut memungkinkan pihak berwenang melakukan pelonggaran pembatasan kegiatan dan melonjaknya harga minyak mendorong pertumbuhan di Malaysia.

Artikel Asli