Luhut Akui Sulitnya Pemutakhiran One Map Mangrove

sindonews | Ekonomi | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 08:20
Luhut Akui Sulitnya Pemutakhiran One Map Mangrove

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya meluncurkan Peta Mangrove Nasional yang berlangsung di TWA Muara Angke, Jakarta Utara, Rabu (13/10/2021).

Menko Luhut mengatakan bahwa Indonesia tercatat memiliki sebanyak 3,31 Juta hektare dan merupakan mangrove terluas di Asia.

"Kita ketahui bahwa hingga tahun 2020, Indonesia tercatat memiliki 3,31 juta hektare mangrove yang merupakan terluas di Asia, bahkan di dunia," kata Menteri Luhut melalui keterangan resmi yang diterima MNC Portal Indonesia, Kamis (14/10/2021).

Luhut menekankan pentingnya melestarikan hutan mangrove karena memiliki manfaat yang sangat penting. Pasalnya, dari aspek fisik, mangrove mampu mencegah bahaya gelombang tinggi dan abrasi air laut, bahkan tsunami.

"Sebelumnya Bapak Presiden dalam beberapa kesempatan menyampaikan kepada dunia bahwa Indonesia sedang melakukan rehabilitasi mangrove seluas sekitar 600.000 hektare. Untuk itu perlu dibangun persemaian mangrove skala besar," tambahnya.

Sementara itu, dari aspek ekologi dan ekonomi, mangrove dapat menyerap dan menyimpan karbon lebih besar dari hutan tropis.

"Pada kesempatan kali ini saya ingin menggarisbawahi tentang pentingnya one map mangrove sebagai basis data aksi rehabilitasi mangrove dan diharapkan mampu menghasilkan informasi geo-spasial secara akurat dan akuntabel," ungkapnya.

Menurut Luhut, mangrove menjadi tumpuan bagi pemutakhiran pendataan untuk menjadi referensi bagi kementerian lembaga (K/L) lainnya Meskipun demikian, ia tetap menyadari betapa sulit melakukan pemutakhiran one map mangrove agar kredibel di mata pengguna jasa.

Artikel Asli