Ekonom Ramal RI Bakal Disibukkan dengan Pembayaran Bunga Utang di 2022

limapagi.id | Ekonomi | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 10:36
Ekonom Ramal RI Bakal Disibukkan dengan Pembayaran Bunga Utang di 2022

LIMAPAGI - Ekonom senior Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri memperkirakan pemerintah bakal disibukkan dengan pembayaran utang. Hal ini lantaran terjadinya kenaikan rasio utang yang diiringi dengan naiknya bunga.

Fasisal mengatakan, catatan bunga utang Indonesia naik menjadi 21 persen dibandingkan awal pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahun 2014 yang tercatat hanya 11 persen.

"Anda bayangkan, pemerintah pusat tahun depan 21 persen pengeluarannya hanya untuk bunga. Ini tertinggi dalam sejarah, tahun 2014 baru 11 persen, sekarang 21 persen, naik dua kali lipat selama era Pak Jokowi," kata dia dalam dialog virtual di Jakarta, Rabu 13 Oktober 2021.

Menurut dia, selain untuk utang, ada beberapa pos pengeluaran yang nominal anggarannya sudah ditetapkan UUD 1945 sebagai konstitusi dan tidak bisa diubah atas alasan apapun. Kondisi tersebut berdampak pada habisnya dana yang dialokasikan untuk pembangunan proyek.

Faisal menuding negara hampir dipastikan tidak punya anggaran yang cukup untuk membiayai berbagai proyek infrastruktur. Tidak terkecuali, pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang baru-baru ini diizinkan Presiden Joko Widodo untuk memakai anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Kemudian yang kedua, anggaran pendidikan tidak boleh dipotonh karena ada di UUD kan 20 persen dan ada lagi mandatori-mandatori lainnya, jadi praktis tidak ada lagi (anggaran pembiayaan proyek)," ujarnya.

"Terkait dengan beban negara itu, praktis negara tidak punya uang untuk membiayai macam-macam itu," ucapnya.

Artikel Asli