Dibuka Hari Ini, Luhut Pastikan Pembukaan Wisata di Bali Sesuai Standar WHO

limapagi.id | Ekonomi | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 09:34
Dibuka Hari Ini, Luhut Pastikan Pembukaan Wisata di Bali Sesuai Standar WHO

LIMAPAGI - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memastikan pembukaan pariwisata di Bali dan Riau yang akan dilakukan mulai 14 Oktober 2021 sesuai dengan standar badan kesehatan dunia (World Health Organization/WHO). Protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 pun akan diterapkan dengan ketat.

Luhut mengatakan, kebijakan pembukaan wisata sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memulihkan perekonomian masyarakat setempat. Untuk sementara waktu, wisatawan asing yang diperbolehkan masuk hanya dari 19 negara.

Adapun daftar 19 negara yang diizinkan tersebut ialah Saudi Arabia, United Arab Emirates, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

Pemberian izin kepada 19 negara itu bukan tanpa alasan. Negera-negara tersebut dipilih sesuai standar WHO karena angka kasus terkonfirmasi Covid-19 berada pada level 1 dan 2, dengan angka positivity rate yang rendah, kata Luhut melalui keterangannya, Kamis 14 Oktober 2021.

Menurut dia, semua jenis pelaku perjalanan dari 19 negara tersebut dapat masuk ke Bali dan Riau selama mengikuti persyaratan sebelum dan saat kedatangan, seperti melampirkan bukti sudah melakukan vaksinasi dua kali dengan waktu minimal 14 hari sebelum keberangkatan yang dibuat dalam Bahasa Inggris serta memiliki hasil RT-PCR negatif dalam kurun waktu 3x24 jam.

Sementara itu, semua negara lainnya, termasuk yang di luar daftar 19 negara tetap dapat masuk ke Indonesia, bila melalui pintu masuk perjalanan internasional Jakarta atau Manado, dengan catatan mengikuti ketentuan karantina dan testing yang sudah ditetapkan.

"Lama karantina ini selama lima hari dan itu tidak hanya berlaku di Bali atau Riau, tetapi juga di pintu masuk lainnya, baik udara, darat, maupun laut, dan berlaku bagi semua jenis pelaku perjalanan, ujarnya.

Luhut menambahkan, selama proses karantina berlangsung, warga asing maupun orang Indonesia tidak diperbolehkan keluar dari kamar sampai masa karantina berakhir dan akan dilakukan pemeriksaan PCR lagi pada hari ke-4 karantina. Selain itu, Menko Luhut juga menerangkan bahwa pembiayaan karantina akan dilakukan secara mandiri bagi seluruh penumpang penerbangan internasional yang masuk dan tidak ada yang dibiayai oleh Pemerintah.

"Oleh karena itu, sebelum boarding menuju Bali atau Riau, mereka harus menunjukkan bukti booking hotel atau villa dan kapal," ucapnya.

Artikel Asli