Ekonomi Digital Diprediksi Tembus Rp 4.531 Triliun pada 2030

jawapos | Ekonomi | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 10:18
Ekonomi Digital Diprediksi Tembus Rp 4.531 Triliun pada 2030

JawaPos.com Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan tumbuh signifikan pada 2030. Angkanya bakal menjadi Rp 4.531 triliun dari Rp 632 triliun saat ini.

Sektor perdagangan elektronik alias e-commerce diperkirakan menjadi leading sector. Di luar e-commerce, digitalisasi logistik, online travel agent (OTA), hingga corporate services memberi kontribusi tinggi.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi membeberkan bahwa sektor e-commerce diperkirakan masih menguasai peta ekonomi digital Indonesia pada 2030 dengan kontribusi mencapai Rp 1.908 triliun. Selanjutnya, lanjut Mendag, skema business-to-business termasuk rantai pasok dan logistik membukukan Rp 763 triliun. Sementara itu, kontribusi perjalanan daring diperkirakan mencapai Rp 575 triliun.

Salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia dan bahkan dunia di masa yang akan datang adalah ekonomi digital. Hal ini tentu tidak sebatas e-commerce, tetapi mencakup kegiatan ekonomi yang lebih luas, ujar Lutfi Selasa (12/10).

Mendag menambahkan bahwa pada 2020, ekonomi digital Indonesia baru berkontribusi 4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Namun, pada 2030, PDB Indonesia diperkirakan tumbuh dari Rp 15.400 triliun menjadi Rp 24.000 triliun.

Saat ini, lanjut Lutfi, RI adalah negara dengan populasi terbesar keempat di dunia. Lebih dari 197 juta orang memiliki akses terhadap internet. Angka itu bahkan diproyeksikan bertambah menjadi 250 juta orang pada 2050.

Diukur dengan gross merchandise value (GMV), potensi ekonomi digital Indonesia sangat besar. Jauh melebihi negara-negara lainnya di ASEAN, jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebutkan, layanan atau transaksi digital banking diprediksi tumbuh 30,1 persen atau sampai Rp 35.600 triliun. Proyeksi itu bukan asal sebut. BI telah melakukan segala upaya agar prediksi tersebut bisa tercapai.

Pihaknya telah meluncurkan standardisasi nasional open application programming interfaces (API) pembayaran alias SNAP untuk bank , financial technology, serta e-commerce . Selain itu, ada quick response code Indonesia standard (QRIS) antarnegara. Saat ini BI bekerja sama dengan Thailand dan Malaysia untuk penggunaan QRIS di sejumlah merchant.

Dengan begitu, warga negara Indonesia (WNI) yang berada maupun berencana melancong atau berwisata di Thailand dan Malaysia bakal bisa berbelanja dengan menggunakan rupiah. Penggunaan QRIS rencananya dimulai di Thailand pada kuartal I 2022.

Nanti QRIS bisa digunakan untuk transaksi keuangan yang terhubung dengan sejumlah bank yang sudah bekerja sama dalam program penggunaan mata uang lokal ( local currency settlement /LCS) atau yang disebut sebagai bank tertunjuk ( appointed cross currency dealers /ACCD).

PROYEKSI KONTRIBUSI EKONOMI DIGITAL BERDASAR SEKTOR (4 TERTINGGI)

Sektor | Persentase Kontribusi*

E-commerce | 3334%

Rantai pasok dan logistik | 13%

Online travel agent | 10%

Corporate services | 9%

Keterangan *: Persentase kontribusi terhadap total nilai ekonomi digital Indonesia 2030

Sumber: Kemendag

Artikel Asli