Jangan Tanya Soal Capres, Anies Baswedan Lagi Sibuk Urus Hujan

wartaekonomi | Ekonomi | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 09:30
Jangan Tanya Soal Capres, Anies Baswedan Lagi Sibuk Urus Hujan

Urusan copras-capres yang belakangan ini rame tak membuat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tergiur membicarakannya. Anies belum mau ngikutin langkah Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang sudah duluan menyatakan siap nyapres. Anies lebih memilih bicara soal hujan dan menyiapkan strategi agar Jakarta tak kerendem banjir.

Setelah Partai Gerindra kembali agresif mendorong Prabowo Subianto sebagai capres 2024, tensi politik pilpres kembali menghangat. Parpol rame-rame mendorong ketua umumnya masing-masing untuk maju sebagai capres. Mulai dari Golkar yang intens mendorong Airlangga Hartarto sebagai capres. PAN dorong Zulkifli Hasan, PKB dorong Muhaimin Iskandar. Hingga Partai Demokrat yang terus mengkampanyekan Agus Harimurti Yudhoyono.

Sementara PDIP sebagai jawara pemilu dan bisa langsung mengusung capres, masih belum mengambil keputusan. Namun, di internal partainya, para kadernya terbelah antara mendukung Puan Maharani atau Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Di luar kader parpol, Emil-sapaan Ridwan Kamil ikut meramaikan bursa capres. Eks Wali Kota Bandung itu bahkan sudah menyatakan diri siap maju menjadi capres dan segera melabuhkan diri sebagai kader parpol.

Bagaimana dengan Anies? Meskipun namanya selalu jadi langganan sejumlah lembaga survei dengan elektabilitas yang tinggi, Anies masih belum berterus terang soal urusan Pilpres 2024. Eks Rektor Universitas Paramadina ini masih tetap sibuk menuntaskan pekerjaannya sebagai gubernur.

Kemarin misalnya, pagi-pagi Anies sudah memimpin apel kesiapsiagaan menghadapi musim hujan di kawasan Silang Monas Selatan, Jakarta Pusat. Lewat apel ini, Anies ingin menginstruksikan jajarannya agar bersiap-siap memasuki musim penghujan nanti.

Apel tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, dan diikuti 1.458 peserta, terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD DKI Jakarta, unsur Pemprov DKI, dan relawan tanggap bencana.

Dalam sambutannya, Anies menyatakan sudah menyiapkan alat ukur curah hujan di 267 kelurahan. Dengan begitu, masyarakat dapat mengetahui persis kondisi hujan di wilayahnya.

Sebelumnya, DKI hanya punya kurang lebih 10 alat ukur curah hujan. Anies juga mengajak masyarakat untuk mengantisipasi potensi curah hujan. Ayo kita menjaga kebersihan lingkungan, bekerja bakti bersama, membersihkan saluran air, dan bijak membuang sampah di tempat sampah, ujarnya.

Anies mengungkapkan, pihaknya juga sudah melakukan berbagai upaya untuk menghadapi musim hujan. Di antaranya adalah revitalisasi waduk dan pompa, program Grebek Lumpur di lima wilayah Jakarta, serta optimalisasi aplikasi JAKI sebagai media pelaporan warga.

Sebelum meninggalkan lokasi, awak media menanyakan soal peluang Anies maju di pilpres 2024. Ditanya begitu, Anies hanya tersenyum. Dia belum memikirkan bagaimana nasibnya setelah selesai menjabat sebagai gubernur, 16 Oktober tahun depan.

Sekarang kita tuntaskan tanggung jawab semua ini (menghadapi musim hujan dan dampak bencana yang ditimbulkan), kata Anies. Setelah itu, ia buru-buru membalikkan badan meninggalkan wartawan.

Sikap Anies yang selalu bungkam ditanya soal capres ini bikin penasaran publik.

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menduga, Anies tak mau banyak bicara soal pilpres untuk menghindari serangan dari musuh politiknya.

Menurut Ujang, semakin sering Anies banyak bicara soal pilpres, maka akan semakin gencar serangan kepada Anies. Di saat yang sama, masih banyak pekerjaan rumah di Jakarta, kata Ujang, saat dikontak, tadi malam.

Hal senada juga disampaikan pengamat politik dari UIN Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago. Dia bilang, Anies menunggu momen yang tepat bicara capres. Saat ini, bukan waktu yang tepat karena Anies masih menjabat sebagai gubernur yang akan habis jabatannya tahun depan. Akan ada waktu 2 tahun bagi Anies bicara soal pilpres dengan leluasa.

Artikel Asli