Ini Upaya TMM, Agar Indonesia Jadi Pemasok Nikel Kelas 1 Dunia

wartaekonomi | Ekonomi | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 06:10
Ini Upaya TMM, Agar Indonesia Jadi Pemasok Nikel Kelas 1 Dunia

Meningkatnya tren penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle) di dunia ternyata memiliki efek domino terhadap permintaan Nikel kelas 1 yang merupakan salah satu bahan baku baterai lithium (baterai kendaraan listrik).

Sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia, Indonesia pun disebut-sebut memiliki potensi yang sangat besar untuk dapat memenuhi permintaan pasokan Nikel kelas 1 bagi industri baterai kendaraan listrik. Pasalnya, menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada tahun 2020, sekitar 52 persen cadangan nikel dunia berada di Indonesia, dengan jumlah kurang lebih 72 juta ton, dari total estimasi cadangan nikel dunia yang mencapai sekitar 139,4 juta ton.

Melihat peluang tersebut, PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (TMM), dengan kode saham PURE, melalui entitas anak perusahaannya, yaitu PT Hydrotech Metal Indonesia (HMI) menawarkan solusi berupa teknologi HidrometalurgiStep Temperature Acid Leach(STAL). Teknologi STAL merupakan teknologi pengolahan Nikel berbasis Hidrometalurgi yang dapat dimanfaatkan untuk mengolah bijih nikel kadar rendah yang terdeposit selama ini di Indonesia, dengan proses yang ramah lingkungan dan biaya yang rendah.

Dalam validasi teknologi yang dilakukan oleh Kementerian ESDM, teknologi STAL terbukti mampu meningkatkan recovery Nikel (Ni) dan Kobalt (Co) hingga mencapai 94% Ni dan 95% Co. Sedangkan, dalam audit teknologi yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional / BRIN (d.h. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi / BPPT), pada tahap proses pelindian, teknologi STAL terbukti dapat menghasilkan recovery nikel mulai 89 hingga 91% Ni, dan kobalt sebesar 90 hingga 94% Co.

Berdasarkan keterangan Widodo Sucipto selaku Direktur Utama PT Trinitan Metals and Minerals Tbk, TMM juga telah mendirikan entitas anak perusahaan baru yang bernama PT Trinitan Green Energy Metals (TGEM). Pendirian TGEM, lanjut Widodo, bertujuan untuk mewadahi seluruh kegiatan dan perkembangan smelter yang menggunakan teknologi STAL, serta membangun ekosistem untuk mendukung optimalisasi teknologi STAL, dengan visi untuk membantu akselerasi transisirenewable energydan elektrifikasi, sehingga PT Hydrotech Metal Indonesia dapat berfokus kepada pengembangan teknologi lanjutan dari STAL.

Kami bermaksud mengoptimalisasi penerapan teknologi tersebut serta melakukan penelitian dan pengembangan untuk teknologi lanjutan, dengan tujuan membawa Indonesia menjadi pemasok Nikel kelas 1 dunia. pungkas Widodo.

Artikel Asli