Siap Bersaing, Mandaya Hospital Kolaborasi dengan RS dari AS

infobanknews.com | Ekonomi | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 09:11
Siap Bersaing, Mandaya Hospital Kolaborasi dengan RS dari AS

Jakarta Mandaya Hospital Group terus memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas baik sebelum maupun saat pandemi Covid-19. Saat ini, Rumah Sakit (RS) yang didesain khusus untuk bisa bersaing dengan RS mancanegara telah hadir di kawasan barat Jakarta dengan nama Mandaya Royal Hospital Puri (MRHP).

Rumah Sakit ini telah berkolaborasi dengan The Clinic Cleveland Clinic, Rumah Sakit ranking kedua terbaik di AS versi US News & World Report dan kedua di dunia dalam peringkat Rumah Sakit Terbaik Dunia Newsweek, 2021 dan dengan Royal Brompton & Harefield Hospital, Rumah Sakit terbaik di bidang Jantung di Inggris versi Newsweek. Dengan demikian, MRHP layak disandingkan dengan Rumah Sakit di Luar Negeri.

Rumah Sakit Mandaya Royal Hospital Puri tidak main-main dalam merekrut tenaga medis. Saat ini telah bergabung 169 tenaga dokter spesialis dan sub-spesialis, di mana sekitar 60 dokter merupakan lulusan atau telah memperoleh training di Luar Negeri.

Frank McGillin, CEO dari The Clinic Cleveland Clinic, mengaku senang dapat bermitra dengan MRHP. Berkolaborasi untuk membuat tinjauan medis secara virtual untuk dapat mendukung kebutuhan klinis pasien Indonesia yang mencari tambahan kejelasan seputar kondisi medisnya yang kompleks, ujarnya seperti dikutip Minggu, 10 Oktober 2021.

Hal senada diungkapkan David Shrimpton, Direktur Pelaksana Perawatan Spesialis Royal Brompton & Harefield Hospital (RB&HH) yang mengharapkan dapat bekerja sama dengan rekan-rekan di Mandaya Hospital Group untuk membangun layanan jantung khusus. David memperkirakan ini akan menjadi kemitraan yang sukses antara kedua institusi.

MRHP yang dibangun dengan disain arsitektur dan interior modern namun tetap mengadopsi kearifan lokal, ingin memberikan pengalaman yang berbeda kepada pasien dan keluarganya. Kami telah melakukan re-thinking dan re-design atas konsep apa itu Rumah Sakit, ungkap DR. Edhijanto W. Taufik, Pendiri Mandaya Hospital Group.

Menurut Edhijanto, Rumah Sakit yang ada saat ini sering menciptakan kesan horor dan sakit. Kami merombak semua itu dengan mengawinkan model Rumah Sakit dengan Model Mall, Hotel, dan Residence, sehingga tercipta kesan yang lebih ramah, nyaman, relax, dan homey. Dan jangan lupa bahwa ketika ke Rumah Sakit, pasti pasien didamping oleh keluarganya, nah kenyamanan keluarganya ini sering tidak diperhitungkan dalam mendisain Rumah Sakit, paparnya.

President Director Mandaya Hospital Group, Dr. Ben Widaja pun mengungkapkan, bagi kalangan yang memilih berobat ke Luar Negeri, tentu ada alasan tertentu untuk melakukan itu, yakni kepercayaan dan pelayanan. Kami melakukan investasi yang sangat besar dalam peralatan dan teknologi medis canggih, termasuk sistem informasi dan digitalisasi untuk bisa sejajar, bahkan melebihi RS di Luar Negeri. Tanpa peralatan yang canggih mustahil kita bisa bersaing dengan mereka. Kami membangun smart hospital, ucapnya.

Sering dikatakan kalau orang bisa membeli peralatan canggih selama ada uang, lalu bagiamana dengan the man behind the gun-nya? Dr. Ben menuturkan bahwa dengan keseriusan dalam merancang Rumah Sakit yang memfokuskan pada pengalaman pasien dan keluarganya, lalu didukung oleh peralatan yang lengkap dan canggih, ternyata menarik minat para dokter senior untuk ikut membangun MRHP melawan hegemoni negeri jiran dalam pelayanan Kesehatan.

Mereka, para senior, sepaham dan punya semangat membara bersama kami untuk bisa mengalahkan RS Luar Negeri dalam hal pelayanan kesehatan yang berkualitas, ungkapnya.

Sementara itu, Anastina Tahjoo selaku CEO Mandaya Hospital Group mengatakan, bahwa MRHP benar-benar secara tegas konsep Patient-Centered Care, perawatan yang berpusat pada pasien, bukan berpusat pada penyakit. Pasien diperhatikan secara utuh sebagai manusia, baik penyakit yang dialaminya, pengaruh penyakitnya kepada organ-organ yang lain, kondisi kesehatan mentalnya, kondisi keuangannya, sehingga team medis dan keluarga pasien bisa membuat rencana pengobatan secara bersama-sama. (*)

Artikel Asli