Percepat Kebangkitan Tenaga Kerja, Kemnaker Luncurkan Program Muda Bangun Negeri

Ekonomi | sindonews | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 11:30
Percepat Kebangkitan Tenaga Kerja, Kemnaker Luncurkan Program Muda Bangun Negeri

JAKARTA - Dengan kian teratasinya pandemi Covid-19 di Indonesia, salah satu sektor yang perlu mendapat perhatian sebagai tumpuan ekonomi kerakyatan adalah pemulihan perusahaan kecil menengah dan usaha rintisan. Perhatian itu melalui upaya-upaya kolaboratif dengan melibatkan tenaga kerja muda dan perempuan.

Untuk itu, Direktorat Bina PTKDN Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama dengan para penggerak di kota Medan, Semarang, Solo, Mojokerto, Palu, dan Jayapura akan memfasilitasi pengembangan softskill tenaga kerja muda dan perempuan secara intensif. Selain itu juga melakukan penempatan kerja kemitraan sebagai upaya mempercepat kebangkitan tenaga kerja dan ekonomi lokal dengan lebih mandiri.

Upaya ini dilakukan melalui Program Muda Bangun Negeri. "Jadi program Muda Bangun Negeri merupakan program pengembangan di lima kota yang membidik lulusan perguruan tinggi dan SMK dalam mendapatkan pengetahuan softskill guna melengkapi kemampuan yang telah didapatkan di instansi pendidikan formal," ujar Direktur PTKDN Kemnaker Nora Kartika dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (6/10/2021).

Program Muda Bangun Negeri akan diluncurkan secara serentak di lima kota tersebut pada Kamis, (7/10/2021) berpusat di Kota Medan, Sumatera Utara. "Untuk peluncuran sendiri akan kita lakukan pada 7 Oktober besok dengan berpusat di Kota Medan," ujarnya.

Nora mengajak pemuda dan pemudi di lima kota tersebut untuk mendaftar program ini secara online melalui tautan bit.ly/mudabangunnegeri2021, dengan ketentuan pendaftar merupakan lulusan perguruan tinggi/SMK, berusia muda (17-35 tahun), dan memiliki latar belakang desain komunikasi visual, marketing, manajemen, atau bisnis.

Bagi pendaftar yang lulus seleksi akan mendapatkan pelatihan softskill selama dua minggu dibimbing mentor profesional, pembelajaran berbasis studi kasus dan kolaborasi, penempatan kerja kemitraan di dalam perusahaan kecil menengah dan rintisan, dan mendapatkan sertifikat resmi dari Kemnaker.

Pelaksanaan program tersebut pada antara 18 Agustus hingga 20 Desember 2021 secara online melalui aplikasi zoom dan aplikasi lainnya sesuai kebutuhan rangkaian kegiatan.

Pada akhir program, katanya, para peserta akan dilibatkan dalam proyek-proyek kolaboratif bersama dengan industri untuk mendapatkan portofolio yang dapat digunakan peserta dalam mencari kerja.

"Dari program tersebut, kita mentargetkan sebanyak 300 angkatan kerja muda dan perempuan dengan softskill yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja siap ditempatkan di indutsri," ujarnya.

Artikel Asli