Tekan Inflasi, Bank Sentral Selandia Baru Naikkan Suku Bunga Pertama Kalinya dalam 7 Tahun

Ekonomi | inewsid | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 13:41
Tekan Inflasi, Bank Sentral Selandia Baru Naikkan Suku Bunga Pertama Kalinya dalam 7 Tahun

WELLINGTON, iNews.id - Bank Sentral Selandia Baru atau Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun terakhir. Langkah itu dilakukan RBNZ untuk menekan inflasi dan menstabilkan pasar properti yang sempat memanas belakangan ini.

Lembaga tertinggi perbankan di negeri kiwi itu menaikkan 25 basis poin menjadi 0,50 persen dan membuat New Zealand Dollar (NZD) bergerak naik sebentar lalu tertekan kembali.

Kenaikan suku bunga ini sebelumnya telah diperkirakan oleh 20 ekonom berdasarkan survei, dilansir Reuters, Rabu (6/10/2021). "Ini sudah cukup sejalan dengan apa yang dihendaki oleh semua orang," kata Market Strategist BNZ, Jason Wong.

Menyusul keputusan ini, RBNZ juga mengumumkan bakal memulai mengurangi stimulus kebijakan moneter, dengan melihat perkembangan pasar lebih lanjut.

Kenaikan ini menempatkan Selandia Baru berada di deretan negara-negara ekonomi maju yang turut melakukan hal serupa seperti Norwegia, Republik Ceko, dan Korea Selatan.

Ekonom memperkirakan suku bunga acuan bakal mencapai 1,50% pada akhir tahun depan, dan 1,75 persen pada akhir 2023.

Seperti diketahui, Selandia Baru telah menikmati pemulihan ekonomi yang cepat setelah dihantam resesi imbas penerapan pembatasan Covid-19.

Saat ini sejumlah wilayah masih menerapkan pembatasan, ditambah minimnya penyerapan tenaga kerja serta peredaran barang mendorong tekanan inflasi dan lonjakan pasar properti.

RBNZ juga mengatakan bahwa inflasi indeks harga konsumen (IHK) diperkirakan bakal meningkat di atas 4 persen dalam waktu dekat, tetapi akan kembali menurun dalam jangka menengah sebesar 2 persen.

Pembatasan Covid-19 varian baru belakangan ini diproyeksikan tidak mengganggu inflasi dan lapangan pekerjaan untuk jangka menengah. Aktivitas ekonomi Selandia Baru diperkirakan bakal pulih dengan cepat saat adanya pelonggaran pembatasan.

Pemerintah setempat juga menyarankan warganya agar bisa hidup berdampingan dengan virus dan terus mendorong kenaikan tingkat vaksinasi di seluruh negeri.

Artikel Asli