Gaet Pendanaan dari 11 Investor Asing, Ini daya Tarik e-Commerce Ula

Ekonomi | inewsid | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 07:00
Gaet Pendanaan dari 11 Investor Asing, Ini daya Tarik e-Commerce Ula

NEW YORK, iNews.id - Perusahaan rintisan (Start Up) e-commerce Indonesia, Ula App, dilaporkan telah menggaet 11 investor asing untuk berinvestasi dalam putaran pembiayaan seri B.

Ke-11 investor asing tersebut adalah Prosus Ventures (Belanda), Tencent Holding Ltd (China), B Capital (Amerika), Lightspeed Venture Partners (India), Sequoia Capital (Amerika), Quona Capital (India), Nothstar Group (Inggris), Bezos Expeditions (Amerika), Saison Capital(Jepang), Alter Capital (Spanyol), dan Citius Venture Capital (Rusia). Selain itu, Ula juga mendapat permodalan dari dua perusahaan lokal, yakni AC Ventures, dan SMDV Venture Capital.

Dalam unggahan di akun Instagramnya @uladotapp, Selasa (5/10/2021), Ula mengumumkan telah mengumpulkan pendanaan dari beberapa investor besar, terutama prosus dan Tencent.

"Halo, Sobat Ula, mau berbagi kabar, nih, baru-baru ini Ula mengumpulkan pendanaan Seri B dari beberapa investor terdepan juga ternama, seperti Prosus dan Tencent," bunyi pengumuman di Instagram Ula.

Meskipun tidak secara langsung menyebut nama orang terkaya dunia, Jeff Bezos, sebagai salah satu investor yang memberikan pendanaan, Ula memasang nama Bezos Expeditions di deretan 13 investor yang memberikan investasi di pembiayaan Seri B yang digalang e-commerce tersebut.

"Ula menyampaikan terima kasih kepada para investor atas kepercayaannya terhadap Ula. Pendanaan ini akan mendukung Ula untuk terus bertumbuh dan bekerja dengan Sobat Ula di seluruh Indonesia guna mencapai sukses bersama," sebut Ula.

Dalam laporan TechCrunch baru-baru ini, Ula mengonfirmasi telah mengumpulkan 87 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp1,237 triliun dari investor luar negeri dalam putaran awal pembiayaan Seri B. Jeff Bezos dilaporkan berinvestasi di putaran baru pembiayaan Seri B.

Ula yang berkantor pusat di Jakarta dilaporkan sedang dalam tahap pembicaraan lanjutan untuk menyelesaikan putaran baru pembiayaan Seri B dengan nilai investasi lebih dari 80 juta dolar AS.

Bezos Expeditions, Sequoia Capital India, Lightspeed Venture Partners, dan Quona Capital disebut menjadi investor yang sedang dalam tahap pembicaraan lanjutan untuk putaran baru pembiayaan Seri B e-commerce Ula.

Jeff Bezos telah setuju untuk berinvestasi di Ula melalui kantor keluarganya, Bezos Expeditions. Sedangkan Prosus, Tencent, dan B Capital Group akan menyelesaikan proses pendanaan secepatnya di bulan ini.

Ketertarikan Bezos pada Ula, yang mengoperasikan platform e-commerce bisnis-ke-bisnis, datang pada saat Amazon belum memasuki sebagian besar negara Asia Tenggara atau mempertahankan kehadirannya yang terbatas di sana.

Muncul pertanyaan, mengapa Start Up yang baru berusia 1 tahun itu begitu menarik minat banyak investor asing, bahkan investor besar? Dari laporan TechCrunch terungkap daya tarik Ula karena bisnisnya memberdayakan pengecer kecil.

Ula mengoperasikan platform e-commerce bisnis-ke-bisnis untuk membantu pengecer kecil mengatasi inefisiensi yang mereka hadapi dalam rantai pasokan, inventaris, dan modal kerja.

"Ini mengoperasikan pasar e-commerce grosir untuk membantu pemilik toko hanya menyimpan inventaris yang mereka butuhkan, dan juga memberi mereka modal kerja," bunyi laporan TechCrunch.

Hal inilah yang menarik Prosus, Tencent, B Capital, bahkan Jeff Bezoz yang ingin masuk dan mengembangkan bisnis di pasar Asia Tenggara. Apalagi, Ula memiliki 70.000 toko yang terdaftar dalam jaringan mereka.

Ula didirikan oleh Nipun Mehra (mantan eksekutif Flipkart di India dan mantan mitra di Sequoia Capital India), Alan Wong (yang sebelumnya bekerja dengan Amazon), Derry Sakti (yang mengawasi operasi raksasa barang konsumen P&G di Indonesia), dan Riky Tenggara (sebelumnya dengan Lazada dan aCommerce).

Artikel Asli