BI Banten Ajak Pengusaha Tempe di Cilegon Gunakan QRIS

Ekonomi | bantennews.co.id | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 00:11
BI Banten Ajak Pengusaha Tempe di Cilegon Gunakan QRIS

SERANG Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten mengajak ratusan pengusaha tempe di Cilegon untuk menggunakan QRIS sebagai kanal pembayaran digital. Hal itu terungkap pada kegiatan Sosialisasi QRIS dan Pengembangan Kapabilitas kepada Pengusaha Tempe Kota Cilegon di Cilegon Creative Center, Selasa (5/10/2021).

Kegiatan dihadiri Walikota Cilegon, Helldy Agustian, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Erwin Soeriadimadja, Kepala Cabang BRI Kota Cilegon, Muh. Sigit Yudanto, Camat Cibeber, Noviyogi Hermawan serta 108 pelaku usaha tempe.

Kegiatan yang bersinergi dengan Bank Rakyat Indonesia bertujuan untuk mengembangkan kapabilitas pelaku usaha tempe baik dari segi produksi maupun pemasaran serta memberikan edukasi mengenai QRIS sebagai kanal pembayaran digital terkini.

Kepala Cabang BRI Kota Cilegon, Muh. Sigit Yudanto menyampaikan, 26 dari 108 pelaku usaha tempe yang hadir telah memiliki rekening BRI serta 9 diantaranya telah memperoleh pembiayaan dari BRI. Ke depan harapannya pelaku usaha tempe ini dapat menggunakan QRIS sebagai kanal pembayaran untuk mendukung pengembangan usaha yang bersangkutan.

Camat Cibeber, Noviyogi Hermawan menyampaikan, pemasaran tempe oleh pelaku usaha tempe di Cibeber ini tidak hanya di Cilegon, tapi juga Pasar Rau. Harapannya pembinaan hari ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan kapabilitas pengusaha tempe Cilegon, ucapnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Erwin Soeriadimadja menyampaikan bahwa pihaknya tertarik dengan usaha tahu dan tempe. Menurutnya usaha tahu tempe sebagai bentuk pengembangan kapasitas usaha berbasis komunitas di Cibeber. Harapanya pengusaha tempe dapat membuka lapangan pekerjaan dan memperkuat perekonomian.

Tempe memiliki potensi pasar yang besar dikarenakan gizinya cukup tinggi, sehingga pelaku usaha harus terus meningkatkan kapabilitas dalam memproduksi tempe. Ke depan, tempe akan dijadikan warisan budaya kuliner dunia oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Diharapkan pelaku usaha mempersiapkan diri, tempe Cibeber bisa memasok kebutuhan di Banten, di nusantara bahkan mudah-mudahan nanti bisa ekspor, tempe ini dapat mendunia. Kuncinya adalah pelaku usaha tempe juga diharapkan dapat tekun dan adaptif menyesuaikan perkembangan teknologi dalam produksi tempe dan melihat peluang pasar, ucapnya.

Walikota Cilegon, Helldy Agustian menyampaikan mengapresiasi atas kegiatan tersebut. Menurutnya persaingan adalah suatu proses yang dilewati bahkan sejak manusia lahir. Kesuksesan hendaknya dilihat dari proses yang harus dilewati.

Salah satu contoh pengusaha tempe yang sukses adalah Pak Rustono yang saat ini berdomisili di Jepang, Pak Rustono memproduksi tempe mencapai 10.000 bungkus per hari, hingga diekspor ke berbagai negara termasuk Meksiko. Tidak ada yang tidak mungkin dan tidak ada yang sulit selama kita berusaha. Kota Cilegon mendukung pengembangan UMKM melalui pembiayaan sebesar Rp1 juta lewat Dinas Koperasi dan UMK dengan bunga nol persen untuk jangka peminjaman selama 1 tahun, hal ini untuk mendorong UMKM semakin berkembang, ujarnya.

Kegiatan pengembangan kapabiltas tempe disampaikan Turifah/Ipeh pemilik usaha Rumah Tempe Ipeh yang memproduksi keripik tempe Macaca. Dia menyampaikan bahwa pembuatan tempe dilakukan melalui 6 proses yakni penyortiran kedelai, perebusan kedelai hingga mendidih, perendaman selama 24 jam, pemecah kedelai dari kulit ari ybs sampai bersih, peragian basah atau kering lalu packing, dan fermentasi selama 36 jam.

Semula dia memproduksi tempe segar kemudian sekarang telah melakukan pemrosesan tempe kering. Dia juga memperagakan proses produksi kripik tempe Macaca.

Selain itu dilakukan sosialisasi QRIS dan CBP. QRIS adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Melalui QRIS, pedagang dapat menerima pembayaran dari berbagai penerbit uang elektronik server-based.

CBP atau Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah terdiri dari: Cinta Rupiah melalui mengenali, menjaga, dan merawat Rupiah. Bangga Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, alat pembayaran yang sah, dan alat pemersatu bangsa. Paham dalam bertransaksi, berbelanja, dan berhemat menggunakan Rupiah. BRI juga menyampaikan informasi terkait dengan cara pendaftaran QRIS melalui BRI serta persyaratan pengajuan pinjaman KUR Mikro melalui BRI.

(Dhe/Red)

Artikel Asli