PPKM Diperpanjang, Luhut: Bandara Internasional Bali Dibuka

jawapos | Ekonomi | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 16:40
PPKM Diperpanjang, Luhut: Bandara Internasional Bali Dibuka

JawaPos.com Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan, Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kembali dilanjutkan hingga 2 pekan kedepan.

Untuk itu dalam Penerapan PPKM Level yang akan diberlakukan selama dua minggu kedepan, pemerintah melakukan berbagai penyesuaian, ujar konferensi pers secara virtual, Senin (4/10).

Luhut merincikan, pembukaan pusat kebugaran atau fitness centre dengan kapasitas maksimal 25 persen dengan pemberlakuan prokes ketat dan Screening Peduli Lindungi pada wilayah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Solo Raya, Semarang Raya, Jogjakarta, dan Surabaya Raya.

Selanjutnya, counter makanan dan minuman didalam bioskop diperbolehkan buka namun kapasitas bioskop tetap diberlakukan 50 persen. Hal ini akan berlaku untuk kota- kota level 3, 2 dan 1

Bandara Ngurah Rai Bali akan dibuka untuk internasional pada tanggal 14 Oktober 2021 selama memenuhi ketentuan dan persyaratan mengenai karantina, test, dan kesiapan satgas. Setiap penumpang kedatangan internasional harus punya bukti booking hotel untuk karantina minimal 8 hari dengan biaya sendiri.

Dibukanya kompetisi Basket remaja Honda DBL di Jakarta dan Surabaya, imbuhnya.

Menurutnya, dengan penanganan dan pengendalian Pandemi yang cukup baik ini, pemerintah berhasil mendorong Peningkatan Kinerja Industri Manufaktur yang cepat juga, dimana PMI Manufaktur pada bulan September mencapai 52.5.

Kinerja PMI Indonesia juga menjadi salah satu yang terbaik di Asean, ucapnya.

Terkendalinya Pandemi Covid-19, kata Luhut, juga mendorong pemulihan konsumsi yang cepat. Berdasarkan data survey yang kami peroleh, Indeks nilai belanja provinsi Jawa Timur, DKI Jakarta, dan DI Yogyakarta juga sudah mendekati kondisi pra pandemi.

Hari ini berbagai capaian dari pengendalian pandemi tersebut tentu harus kita syukuri. Namun Wakil Presiden dalam ratas tadi mengingatkan agar kita tetap waspada dan hati-hati. Risiko peningkatan kasus masih tinggi dan dapat terjadi sewaktu-waktu, pungkasnya.

Artikel Asli