Usut Peningkatan Nilai Kontrak

koran-jakarta.com | Ekonomi | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 10:09
Usut Peningkatan Nilai Kontrak

JAKARTA - Aparat penegak hukum diharapkan menindaklanjuti pernyataan Komisaris Pertamina terkait pembangunan kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan. Terlebih lagi, pengerjaan proyek itu berjalan lamban. Hingga September 2021, baru berjalan 42 persen, jauh dari target 84 persen.

Direktur Eksekutif Ceri, Yusri Usman berpandangan pernyataan Komisaris Pertamina itu tak lepas dari temuan terbaru dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Lembaga tersebut baru saja memeriksa proyek RDMP Balikpapan.

"Kami dapat kabar, hasil audit telah dipresentasikan kepada Dewan Direksi dan Dewan Komisaris Pertamina beberapa hari sebelum Komisaris Utama berkunjung ke kilang Balikpapan pada 27 September lalu," ungkap Yusri di Jakarta, Minggu (3/10).

Lebih lanjut, Yusri mengatakan, di kalangan internal Pertamina, ditemukan tiga hal penting dari hasil audit yang bisa berujung ke proses pelanggaran hukum. Lebih jauh, apabila cukup bukti hal ini dapat menjadi pertimbangan rekomendasi penghentian pekerjaan.

"Hal itu ditengarai lantaran telah terjadi advanced payment dan peningkatan nilai kontrak akibat banyak perubahan perintah kerja atau change order yang melebihi nilai yang diperbolehkan menurut PP 16/ 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Fakta ini telah membuktikan adanya dugaan pelanggaran," tegas Yusri.

Yusri menuturkan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) ingin proyek tersebut selesai dengan segala konsekuensinya, tetapi harus tetap sesuai aturan dan asas keadilan. Proyek harus sesuai target, selesai pada 2024, meskipun perencanaan awal akan beroperasi pada 2023.

Dia menegaskan sejak dimulainya proyek ini, telah dilakukan perubahan basic design unit RFCC pada unit gasoline blok. "Akibatnya, diduga konsorsium pemenang terpaksa menaikkan nilai proyek dari 4 miliar dollar AS menjadi sekitar 7 miliar dollar AS," ungkapnya.

Proyek Strategis

Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional, Ifki Sukarya, menyampaikan proyek RDMP Balikpapan dan Lawe-lawe proyek terbesar Pertamina yang ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional.

Artikel Asli