Ikut AJang Specialty Coffee Expo 2021 di Amerika, Kopi Khas Indonesia Laris Manis Diorder 7 Negara

inewsid | Ekonomi | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 08:33
Ikut AJang Specialty Coffee Expo 2021 di Amerika, Kopi Khas Indonesia Laris Manis Diorder 7 Negara

NEW ORLEANS, iNews.id - Kopi khas Indonesia diminati penikmat kopi dari berbagai negara, di ajang Specialty Coffee Expo 2021, di Ernest N. Morial Convention Center, New Orleans, Amerika Serikat (AS), pada 30 September-3 Oktober 2021. Bahkan kopi khas Indonesia laris manis dan langsung diorder oleh 7 negara, yakni Turki, Arab Saudi, peru, Jepang, korea Selatan, Finlandia, dan AS.

Menurut Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Hubungan Antar Lembaga sekaligus ketua delegasi Indonesia di ajang Specialty Coffee Expo, Luhur Pradjarto, pemerintah terus mendukung pelaku sektor kopi Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke luar negeri.

Salah satunya, dengan memfasilitasi para pelaku UKM kopi pada ajang Specialty Ciffe Expo di New Orleans, untuk memperluas akses pasar kopi khas Indonesia di pasar Amerika.

Menurut dia, even tersebut sangat strategis bagi segmen pasar kopi Indonesia karena diikuti oleh kurang lebih 200 pelaku usaha produsen kopi dan peralatan pengolah kopi dari 30 negara, seperti Colombia, Guatemala, Honduras, Ethiopia, Puerto Rico, Turki, Rwanda, Belgia, Korea Selatan.

Estimasi potensial order yang dapat dibukukan sementara adalah senilai 2,172 juta dolar AS atau lebih dari 31 miliar rupiah untuk jenis kopi Arabika, kata Luhur, dalam keterangan yang diterima iNews, Senin (4/10/2021).

Luhur mengungkapkan, sejumlah negara yang telah melayangkan order dan sample order di antaranya Turki, Arab Saudi, Peru, Jepang, Korea Selatan, Finlandia, dan AS.

"Bahkan Gubernur Provinsi Risaralda dari Columbia, Victor Manuel Tamayo Vargas, menyatakan apresiasinya terhadap kopi Indonesia dan mengundang kehadiran pelaku usaha kopi Indonesia untuk berpromosi di negaranya secara langsung pada tahun ini," ujar Luhur.

Atase Pertanian Kedutaan Besar Republik Indonesia Wasington DC, Hari Edi Soekirno, mengatakan acara ini akan diikuti Indonesia setiap tahun, karena membuka peluang besar untuk peningkatan ekspor kopi khas Indonesia.

"Perlu persiapan lebih matang pada acara berikutnya, sehingga target akan kita capai maksimal. Kementerian Pertanian sedang mempersiapan acara One Day With Indonesian Coffee, Fruit and Flower yang akan dilaksanakan di 10 negara salah satunyan di Amerika pada November ini," ujar Hari.

Dia mengungkapkan, dalam ajang Specialty Coffee Expo New Orleans, Indonesia menghadirkan 37 UMKM bidang Kopi dan Teh untuk memamerkan produk mereka di etalase Indonesia. Selain itu, Kementerian Koperasi dan UKM juga memfasilitasi enam pelaku UKM sektor kopi yang langsung hadir di pameran ini dan menampilkan kopi jenis robusta dan arabika dari berbagai area Nusantara.

Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar, Direktorat Jenderal Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, mengatakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk membawa kopi khas Indonesia menembus pasar AS adalah dengan mengikuti ajang Specialty Coffee Expo 2021.

Menurut dia, kopi merupakan salah satu komoditas hasil perkebunan Indonesia yang memiliki peran strategis dalam peningkatan pertumbuhan ekspor dan perekonomian Indonesia.

Heru menjelaskan, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbaik, bahkan produksi tahunan yang mencapai 750 ribu ton mampu menyuplai tujuh persen kebutuhan kopi dunia. Berdasarkan data Kementanterian Pertanian, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke empat di dunia, setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia.

"Untuk dapat bersaing, dan memastikan kualitas kopi Indonesia yang terkenal tidak dipalsukan, seperti Gayo dan Kintamani, penting sekali untuk memanfaatkan Indikasi Geografis (IG) bagi kopi asal Indonesia. Saat ini Indonesia telah memiliki 31 IG untuk kopi," kata Heru, dalam keterangan pada Minggu (3/10/2021).

Dia mengungkapkan, partisipasi pada event Specialty Coffee Expo 2021 ini bekerja sama dengan Atase Pertanian pada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington DC, AS dan Kementerian Koperasi dan UKM dalam upaya memperluas akses pasar produk kopi Indonesia pada kegiatan Specialty Coffee Expo.

Kegiatan seperti ini, lanjutnya, harus rutin diikuti mengingat kami punya kopi yang khas atau Specialty coffee. Apalagi pandemi Covid-19 yang sudah berjalan kurang lebih 1,5 tahun, turut berdampak pada serapan terhadap produksi kopi Indonesia khususnya dirasakan oleh petani-petani kopi.

"Makanya perlu kita bantu produsen kopi di Indonesia agar bisa mengekspor produk kopi ke negara-negara maju seperti Amerika Serikat," ujar Heru.

Konsulat Jenderal RI di Houston Andre Omer Siregar menyambut baik adanya sinergi antar Kementerian dalam penguatan pemasaran produk Indonesia khususnya sektor kopi ke pasar Amerika Serikat.

"Hal ini sebagai salah satu upaya strategis yang dapat mengangkat tidak hanya citra produk kopi Indonesia di pasar internasional namun juga membuka akses pasar lebih luas lagi bagi produk kopi unggulan dari berbagai daerah di Indonesia," ungkap Andre.

Seiring dengan upaya pemerintah dalam pengembangan UKM dan koperasi di Indonesia untuk bisa tembus di pasar internasional, Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen dalam pemberdayaan UKM dan Koperasi melalui berbagai program penguatan sektor baik dari hulu ke hilir.

Transformasi UMKM menuju masa depan membutuhkan pendekatan yang berbasis ekosistem yang holistik serta inisiatif serta sinergi dari seluruh stakeholder.

Artikel Asli