Pemerintah Klaim Stok Jagung Aman

koran-jakarta.com | Ekonomi | Published at Senin, 27 September 2021 - 09:35
Pemerintah Klaim Stok Jagung Aman

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan untuk stok jagung aman dan terkendali. Namun, masih banyak peternak yang mengeluhkan kenaikan harga pakan ternak menyusul lonjakan harga bahan bakunya, terutama jagung.

Berdasarkan pemantauan stok oleh Badan Ketahanan Pangan (BKP), kondisi stok jagung nasional pada pekan IV atau per 20 September 2021 mencapai 2.750.072 ton. Adapun sebarannya, meliputi 856.897 ton atau 31 persen berada di pabrik pakan, 744.250 ton atau 27 persen di pengepul, 423.502 ton (15 persen) di agen, 288.305 ton (11 persen) di pengecer, 276.300 ton (10 persen) di usaha lain (Pakan Mandiri), dan sisanya 6 persen di industri pangan, rumah tangga, dan lain-lain.

Kepala Pusat Distribusi dan Akses Pangan BKP Kementan, Risfaheri, mengatakan di samping menerima laporan stok setiap pekan dari petugas enumerator independen di daerah sentra produksi, pihaknya juga menurunkan tim untuk memantau langsung ketersediaan dan stok jagung di tingkat pengepul, agen, grosir, dan petani di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

"Kondisi pasokan stok aman dan setiap pedagang pengepul rata-rata setiap hari masuk 100-150 ton, dan pengirimanan jagung ke pabrik pakan dan peternak di Jawa dan Jakarta 100 ton per hari, dan stok tertinggal di gudang pengepul setiap harinya tidak kurang dari 100 ton. Mulai pekan ini, pembelian pengepul naik sekitar 65 persen dibandingkan kondisi pada pekan lalu" terang Risfaheri, di Jakarta, Minggu (26/09/).

Dia menambahkan hasil monitoring pasokan dan stok di berbagai titik distribusi menunjukkan ketersediaan jagung cukup dan sebaran maupun distribusinya juga aman.

Pemilik UD Sumber Tani Kendal, H Abdul Rohman, mengatakan rata-rata pasokan per hari sebanyak 100 ton. Dia mengakui terdapat penurunan jumlah stok jagung beberapa minggu lalu sehingga menyebabkan terjadinya kenaikan harga jagung. Namun, seiring perintah Presiden untuk menurunkan harga jagung, saat ini transaksi jagung mulai ramai sehingga harga jagung di pengepul juga mengalami penurunan menjadi 5.250 rupiah per kilogram (kg) dari sebelumnya 5.750 rupiah per kg.

Kondisi sama juga ditemukan di Jawa Timur dan Jawa Barat. Rata-rata stok di tingkat pengepul bervariasi antara 15-50 ton dan stok di agen besar mencapai 200-400 ton dengan jumlah pasokan 10-30 ton per hari dan harga rata-tata 5.000-5.400 rupiah per kg. Kementan meyakinkan masyarakat terutama pelaku usaha ternak seluruh Indonesia khususnya peternak unggas di Jawa bahwa stok jagung sampai bulan Desember aman.

Berdasarkan data monitoring stok yang dilakukan BKP Kementan, pada pekan IV September ini, stok jagung di Jawa Timur sebanyak 766.087 ton, Jawa Tengah 412.250 ton, dan Jawa Barat 201.717 ton, dengan sebaran stok yang ada di GPMT (gabungan pengusaha makanan ternak) 28,01 persen, 27,47 persen dan 45,15 persen pada provinsi tersebut.

Sementara itu, peternak di Sulawesi Selatan mengeluhkan harga pakan yang melonjak drastis, sedangkan harga telur di tingkat petani tidak dinikmati kendati harga telur sudah mulai naik di sejumlah pasar tradisional. "Kenaikan harga jagung, dedak dan konsetrat sangat membebani peternak, sementara kenaikan harga jual telur di lapangan tidak dinikmati peternak," kata Ketua Forum Peternak Layer, Syahrial, di Makassar, Kamis pekan lalu.

Sebagai gambaran, pergerakan kenaikan harga pakan yang terus meningkat mulai terjadi pada 2020 berkisar 365 ribu rupiah per sak dengan berat 50 kg, kemudian pada Januari 2021 naik menjadi 380 ribu rupiah per sak, Maret 410 ribu rupiah, April 425 rupiah per sak, sekarang sudah di atas 445 rupiah per sak.

Batal Impor

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, mengatakan pemerintah tak membuka keran impor jagung untuk pakan ternak. Itu setidaknya mengakhiri polemik soal rencana impor jagung dalam beberapa hari terakhir.

Keputusan itu, terang Mendag, diambil setelah rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga di Kementerian Perekonomian, Rabu (22/9).

Artikel Asli