Loading...
Loading…
Gubernur BI Yakin Kurs Rupiah Menguat ke Rp15.000/USD, Ini Alasannya

Gubernur BI Yakin Kurs Rupiah Menguat ke Rp15.000/USD, Ini Alasannya

Ekonomi | okezone | Rabu, 29 April 2020 - 12:52

JAKARTA - Nilai tukar kini masih bergerak dikisaran Rp15.300 hingga Rp15.400 per USD. Namun Bank Indonesia masih optimis nilai tukar Rupiah akan bergerak menuju Rp15.000 per USD.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, pada beberapa alasan mengapa dirinya masih optimis Rupiah bisa bergerak ke level Rp15.000 per USD. Alasan pertama, saat ini nilai tukar Rupiah masih undervalue atau berada dibawah harga sebenarnya.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan nilai tukar Rupiah masih undervalue. Pertama karena defisit transaksi berjalan masih lebih rendah karena diperkirakan pada berada di bawah 2,5% dari Product Domestic Bruto (PDB).

"Pertama fundamental Rupiah saat ini sekitar Rp15.400 undervalue kenapa? Defisit transaksi berjalan lebih rendah semula diperkirakan 2,5% sampai 3% dari PDB, Insy Allah triwulan I di bawah 1,5% dari PDB keseluruhan tahun di bawah 2,5%. Jika defisit transkasi berjalan lebih rendah berarti kekurangan devisa juga lebih rendah makanya mendukung penguatan rupiah ke fundamental," ujarnya dalam teleconfrence, Rabu (29/4/2020)

Selain itu, ada juga faktor eksternal dari pasar keuangan di Amerika Serikat. Menurut Perry, premi risiko VIX pasar keuangan di Amerika Serikat saat ini berada diangka 38 dari sebelum adanya pandemi Corona ini di angka 20.

"CDS itu adalah premi risiko perbedaan untuk global bond dengan UST. Swap rate sebelum covid 60. Dulu pernah maret minggu kedua 270 sekarang 216. Isnyalah akan lebih rendah nanti. Kalau premi risiko rendah akan mendorong yang sekarang Rp15.400 mengarah ke fundamanetal," jelasnya.

Lalu lanjut, Perry, alasan kedua adalah pihaknya akan terus melakukan intervensi sehingga posisi rupiah terus bertahan dengan mekanisme jual beli gang normal. Ditambah, stimulus fiskal yang akan diberikan pemerintah membuat kepercayaan investor semakin tinggi.

Original Source

Topik Menarik