Loading...
Loading…
Pemerintah Luncurkan Program Pemagangan Di 5 Destinasi Wisata Super Prioritas, Terbuka untuk 470 Peserta

Pemerintah Luncurkan Program Pemagangan Di 5 Destinasi Wisata Super Prioritas, Terbuka untuk 470 Peserta

Ekonomi | inewsid | Jumat, 24 September 2021 - 13:14

MINAHASA UTARA, iNews.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, meluncurkan program Pemagangan 5 Destinasi Wisata Super Prioritas. Peluncuran program tersebut, berlangsung di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang, Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (24/9/2021).

Dia menjelaskan, Program Pemagangan pada 5 Destinasi Wisata Super Prioritas akan diikuti 470 peserta program pemagangan dengan 25 jenis posisi. Ke-25 posisi itu, angtara lain Food And Beverage Service Product, Food And Beverage Service Service, Front Office, Housekeeping, Engineering, Accounting, dan Food And Beverage Service Kitchen.

Selanjutnya Food And Beverage Service Restaurant, Pelayan Restoran, Back Office, Kru Diving, Admin Finance, Banquet Attendant, General Staff Officer, Information Technology, Chef, Laundry, Laundry Attendant, Public Area, Receptionist, Room Attendant, Room Boy, Service, Enggineer, dan Waitress.

"Program ini menandai dimulainya masifikasi penyiapan SDM terampil pada sektor pariwisata di 5 destinasi wisata super prioritas," kata Ida, dalam sambutannya, pada acara peluncuran Program Pemagangan tersebut.

Menurut dia, Program Pemagangan merupakan salah satu solusi tepat untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan, khususnya dalam menyiapkan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai dengan pasar kerja.

"Dalam program pemagangan, peserta mendapatkan pengalaman kerja pada dunia kerja yang sesungguhnya, membentuk sikap mental, perilaku kerja serta kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja," kata Ida.

Menaker menjelaskan, selain penyiapan SDM terampil di 5 destinasi wisata super prioritas, pemagangan juga menjadi upaya pemerintah dalam menyongsong bonus demografi, serta menyelesaikan sejumlah tantangan yang melingkupinya.
Tantangan-tantangan tersebut di antaranya adalah era digitalisasi, dampak pandemi COVID-19 pada sektor ketenagakerjaan, dan rendahnya kualifikasi keterampilan SDM Indonesia.

"Program pemagangan ini adalah bagian dari pelatihan, bukan untuk mendapatkan tenaga kerja murah. Tapi justru untuk mendapatkan tenaga kerja kompeten sesuai dengan kebutuhan industri, dalam hal ini adalah industri wisata," ujar Ida.

Program Pemagangan 5 Destinasi Wiasata Super Prioritas dilaksanakan secara hybrid. Di mana peluncurannya secara serempak di 5 Destinasi Wisata Super Prioritas yaitu Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (NTB), Labuan Bajo (NTT), dan Likupang (Sulawesi Utara) melalui sambungan video (virtual).

Peluncuran program ini juga dilakukan secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat di Likupang, Minahasa Utara, sebagai pusat pelaksanaan Program Pemagangan 5 Destinasi Wisata Super.

Untuk memfasilitasi program ini, Kemnaker juga menjalin kerja sama dengan 46 perusahaan bidang pariwisata yang berada di sekitar 5 destinasi wisata super prioritas.

"Mudah-mudahan dengan adanya program pemagangan ini kita bisa meningkatkan kompetensi para pekerja sektor pariwisata untuk mendukung 5 destinasi wisata super prioritas," tutur Ida.

Original Source

Topik Menarik