Satgas Sita Rp100 Miliar dari Obligor BLBI Kaharudin Ongko, Total Utang Rp8,2 T

Ekonomi | limapagi.id | Published at Selasa, 21 September 2021 - 14:53
Satgas Sita Rp100 Miliar dari Obligor BLBI Kaharudin Ongko, Total Utang Rp8,2 T

LIMAPAGI - Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengungkap asal dana Rp 100 miliar yang didapat Satgas BLBI dari obligor.

Dana tersebut merupakan milik Kaharudin Ongko pemilik Bank Umum Nasional. Hal itu Sri Mulyani sampaikan dalam jumpa pers virtual, Selasa 21 September 2021.

"Kami ingin sampaikan langkah yang kita lakukan tadi debitur Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham (PKPS), kami bisa sebutkan namanya Kaharudin Ongko adalah obligor pemilik Bank Umum Nasional, kita melakukan penagihan utang yang sekarang ini diserahkan dan diurus Panitia Urusan Piutang Negara atau PUPN," jelas Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan penyitaan dilakukan karena Kaharudindianggap tak kooperatif dan terlalu lama membayar hutang.

Upaya penyitaan itu dilakukan karena kedua pihak telah menyepakati perjanjian yang ditandatangani dalam Master of Refinancing and Notes Issuance Agreement (MRNIA).

Menurut Sri Mulyani, perjanjian tersebut dibuat sejak 1998. Sri Mulyani mengatakan dalam perjanjian itu, ada kesepakatan penyitaan aset. Satgas BLBI mulai menyita aset-aset itu sejak 20 September 2021.

Tim PUPN menyita dan langsung melakukan pencairan harta kekayaan Kaharudin dalam bentuk escrow account alias rekening bersama yang dikelola pihak ketiga di perbankan swasta.

"Jumlah escrow account tersebut adalah Rp664.974.593 dan escrow account dalam USD7.63.605. Kalau dikonversi dalam kurs dia menjadi Rp109.508.496.559. Ini escrow account yang kita sita kemudian masuk ke kas negara," tuturnya.

Dana tersebut telah masuk ke kas negara pada Senin 20 September 2021 sore. Selain itu, kini PUPN masih melanjutkan penagihan dan eksekusi barang-barang jaminan yang sudah disepakati Kaharudin.

Diketahui, Kaharudin adalah mantan pemegang saham tertinggi Bank Umum Nasional (BUN). Krisis ekonomi yang menerjang Indonesia pada Agustus 1997 membuat BUN di hampir jatuh.

Pemerintah kemudian mengucurkan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) untuk menyelamatkan BUN. Namun, dana BLBI ini justru diselewengkan. Kaharudin sudah dipanggil pada 7 September 2021. Adapun total utang yang ditagih mencapai Rp8,2 triliun.

Sebelumnya, Menko Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD mengatakan Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) mengaku berhasil menyita Rp100 miliar dana milik obligor. Dana yang disita berupa uang dan aset.

"Alhamdulillah kemarin dari sebuah bank kita sudah menyita uang Rp100 miliar dari sebuah bank dari salah seorang obligor," ujar Mahfud.

Artikel Asli