IDC: Pasar Printer Indonesia Melambat di Q2 2021

Ekonomi | jawapos | Published at Selasa, 21 September 2021 - 12:28
IDC: Pasar Printer Indonesia Melambat di Q2 2021

JawaPos.com Firma riset pasar IDC melalui IDC Worldwide Quarterly Hardcopy Peripherals Tracker melaporkan pasar home/office printer Indonesia secara keseluruhan mencatatkan pertumbuhan year-over-year (YoY) sebesar 205,3 persen. Meski secara YoY tumbuh, pasar printer di Tanah Air justru mengalami penurunan quarter-over-quarter (QoQ) sebesar 40,8 persen.

Tingkat pertumbuhan tertinggi yang tercatat dicatat oleh basis pengiriman Q2 tahun lalu yang menurun, sebagai dampak dari lockdown serentak di Indonesia. Pemberlakuan aturan pembatasan sosial per daerah yang lebih longgar dan terkendalinya kasus Covid-19 selama paruh pertama tahun ini berdampak positif terhadap permintaan secara keseluruhan.

Terlepas dari perbaikan tersebut, sebagian besar vendor sangat terpengaruh oleh kekurangaan chip dan suku cadang yang kemudian turut memengaruhi pemaksimalan peluang pasar. Kurangnya stok dan keterlambatan logistik mengakibatkan terjadinya kenaikan harga di pasar home/office printer selama periode Q1 2021.

Dibandingkan kuartal pertama, pasar pada Q2 2021 mencatat adanya penurunan menyusul Bulan Ramadan dan Hari Raya, di mana mitra penyalur dan perusahaan menunda alokasi pengeluaran khususnya untuk home/office printer dan mengalihkannya untuk Tunjangan Hari Raya.

Pemberlakuan PPKM mikro oleh pemerintah yang masih memungkinkan pusat belanja IT dan kantor untuk dibuka dengan kapasitas terbatas mengikuti protokol yang ketat memberikan dampak pada pertumbuhan pengiriman printer YoY. Namun kuantitasnya belum kembali ke tingkat sebelum pandemi, ungkap Analis Pasar untuk IPDS di IDC Indonesia, Ngayomi Rino Rivaldi.

Adapun faktor utama yang menyebabkan penurunan adalah pembatasan kapasitas kantor yang mengakibatkan berkurangnya penggunaan printer, sekaligus kebijakan Work from Home (WFH) yang mendorong masyarakat untuk melanjutkan pekerjaannya secara digital.

Hal ini mengakibatkan berkurangnya keperluan pencetakan dokumen. Sebagian besar vendor printer tidak dapat memenuhi permintaan pasar karena dampak signifikan dari kekurangan suku cadang di semester pertama tahun ini, lanjut Ngayomi.

Secara urutan, Epson dilaporkan masih memimpin pasar home/office printer Indonesia Q2 2021 secara keseluruhan dengan pangsa pasar 46,8 persen dan pengiriman dengan pertumbuhan tinggi pada YoY. Meskipun pemulihan pengiriman terlihat pada Q2 2021, Epson masih menghadapi masalah kurangnya stok printer dikarenakan kekurangan pada chip printer dan suku cadang lainnya.

Kontribusi utama pengiriman Epson masih berasal dari model tangki tinta meski mengalami penurunan sebesar 45,2 persen QoQ.

Canon di tempat lain mempertahankan posisi ke-2 pada Q2 2021 dengan pangsa pasar 28,1 persen dan pertumbuhan 83,1 perse YoY. Kontribusi utama pengiriman berasal dari model kartrid tinta dengan pertumbuhan 15,9 persen YoY.

Meski ada pemulihan, produksi kartrid tinta terdampak lonjakan kasus COVID-19 di Vietnam tempat dimana pabrik Canon berada. Canon memanfaatkan peluang pasar tangki tinta dengan pertumbuhan YoY yang kuat.

Di segmen laser total (termasuk Copier-based MFP), total pasar mencatat pertumbuhan sebesar 95,7 persen YoY. Dibukanya kembali perkantoran berdampak positif pada pemulihan segmen laser low-end, sementara permintaan model laser high-end sebagian besar didorong oleh permintaan berbasis proyek.

HP mempertahankan posisi ke-3 di pasar home/office Q2 2021 dengan pangsa pasar sebesar 19,3 persen, dan pertumbuhan pengiriman yang signifikan baik dari kartrid tinta maupun tangki tinta.

Pasar printer kartrid tinta mencatat pertumbuhan YoY signifikan yang masih terus berasal dari permintaan work from home dan home schooling. Di segmen laser total (termasuk Copier-based MFP), HP mempertahankan kepemimpinannya dengan pangsa pasar sebesar 46,6 perse dan pertumbuhan YoY sebesar 223,6 persen meski mengalami kekurangan stok dari model laser low-end .

Artikel Asli