BI: Surplus Neraca Pedagangan Jaga Ketahanan Ekonomi Indonesia

infobanknews.com | Ekonomi | Published at Kamis, 16 September 2021 - 09:12
BI: Surplus Neraca Pedagangan Jaga Ketahanan Ekonomi Indonesia

Jakarta Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan Indonesia Agustus 2021 mencapai US$4,74 miliar. Bank Indonesia mencatat angka ini merupakan capaian tertinggi sejak Desember 2006 dan berharap tren ini terus berlanjut.

Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan tersebut berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk mendukung pemulihan ekonomi, jelas Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi, Erwin Haryono, 15 September 2021.

Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia terus mencatat nilai positif sejak Mei 2020. Neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Agustus 2021 secara keseluruhan mencatat surplus US$19,17 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun 2020 sebesar 10,96 miliar dolar AS.

Adapun surplus kali ini didorong oleh surplus neraca perdagangan nonmigas yang meningkat. Per Agustus 2021, surplus neraca perdagangan nonmigas sebesar US$5,73 miliar, lebih tinggi dibandingkan Juli 2021 sebesar US$3,39 miliar dolar AS.

Ekspor nonmigas pada Agustus 2021 tercatat sebesar US$20,36 miliar, meningkat dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya sebesar US$16,72 miliar. Ekspor komoditas berbasis sumber daya alam, seperti CPO, bahan bakar mineral, dan bijih logam, serta produk manufaktur, seperti besi dan baja, tercatat meningkat.

Ditinjau dari negara tujuannya, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang meningkat seiring dengan pemulihan permintaan global. Sementara itu, impor nonmigas meningkat pada seluruh komponen, sejalan dengan perbaikan ekonomi domestik yang berlanjut. Adapun, defisit neraca perdagangan migas sedikit meningkat dari US$0,79 miliar pada Juli 2021 menjadi US$0,98 miliar pada Agustus 2021, dipengaruhi oleh kenaikan impor migas yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekspor migas. (*)

Editor: Rezkiana Np

Artikel Asli