Digitalisasi Dinilai Mampu Pangkas Ketimpangan Orang Kaya dan Miskin

limapagi.id | Ekonomi | Published at Kamis, 16 September 2021 - 13:58
Digitalisasi Dinilai Mampu Pangkas Ketimpangan Orang Kaya dan Miskin

LIMAPAGI - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjelaskan digitalisasi ekonomi diperkirakan mampu memangkas ketimpangan ekonomi antara orang kaya dan orang miskin. Semua orang pun dapat bertransaksi dengan mudah, cepat dan aman melalui kolaborasi teknologi digital.

"Studi dari Asia Development Bank (ADB) menujukkan bahwa dengan ekonomi digital akan terkikis antara yang punya dan yang tidak punya, gap antara yang kaya dengan yang miskin," kata Lutfi dalam kegiatan Launching Produk Bersama Warung Pangan secara virtual di Jakarta, Kamis 16 September 2021.

Menurutnya, melalui aplikasi Warung Pangan, gap tersebut bisa dipersempit. Aplikasi ini harus didukung karena ini merupakan terobosan yang dilakukan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Terlebih lagi, kata Lutfi, dengan aplikasi ini yang ditolong bukan hanya pelanggan tetapi juga penjual. "Ini merupkan trobosan Kementerian BUMN yang mesti kita dukung karena ini yang ditolong bukan hanya customer-nya tetapi juga penjualnya dan ini juga memberikan nilai tambah kepada petani, pelaku usaha yang NTP-nya kadang-kadang untung, bangakan ruginya," kata dia.

Dari penjelasann Lutfi, pemerintah tak hanya berhenti pada pembuatan aplikasi, tetapi harus didukung dengan pengembangkan inovasi teknologinya. Tujuannya agar Warung Pangan ini bisa bersaing dengan e-commerce lainnya sepeti Shopee dan Tokopedia.

"Karena ini kita berbasis pada teknologi jadi harus bersandar kepada inovasi. Jadi jangan bikin punya aplikasi terus sudah, kita mesti membangun inovasi teknologinya untuk bisa bersaing. Agar warnanya yang orange ini, bisa mengalahkn orange yang lain gitu loh," jelasnya.

Sebagai informasi, kontribusi ekonomi digital Indonesia terus meningkat, utamanya dari e-commerce. Berdasarkan catatan Startup Ranking nilai transaksi ekonomi digital akan tumbuh delapan kali lipat menjadi Rp4.531 triliun pada 2030 di dominasi sektor e-commerce.

Pertumbuhan ekonomi digital itu didukung oleh pengguna internet yang terus meningkat. Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet Indonesia mencapai 202,6 juta orang sejak dua tahun lalu.

Dari angka tersebut, 65,1 persen menggunakan internet untuk mengkases jaringan sosial. Generasi dalam rentang usia 20 hingga 24 tahun dan 25 hingga 29 tahun memiliki angka penetrasi hingga lebih dari 80 persen pengguna internet di Indonesia.

Artikel Asli