Kembangkan Wisata Medis, Pemerintah Bakal Sederhanakan Regulasinya

limapagi.id | Ekonomi | Published at Kamis, 16 September 2021 - 11:05
Kembangkan Wisata Medis, Pemerintah Bakal Sederhanakan Regulasinya

LIMAPAGI - Pemerintah tengah berupaya mengembangkan wisata medis di Tanah Air dalam waktu dekat. Hal ini dilakukan lantaran besarnya potensi investasi dan nilai tambah dari industri kesehatan di masa depan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, agar program itu dapat terlaksana dengan baik pihaknya tengah melakukan penyederahanaan regulasi yang terkait dengan kesehatan. Tujuannya agar mempermudah produksi alat kesehatan dan memenuhi tenaga medis yang dibutuhkan.

Kementerian Kesehatan selaku koordinator kelompok kerja penyederhanaan regulasi, saat ini sedang menyederhanakan regulasi terkait pengaturan penyelenggaraan wisata medis, kata Budi melalui keterangannya, Kamis 16 September 2021.

Menurutnya, beberapa regulasi yang tengah dilakukan revisi atau penyederahanaan antara lain menerbitkan Perkonsil Nomor 97 Tahun 2021 Tentang Adaptasi Dokter Spesialis. Ini menyangkut warga negara Indonesia (WNI) lulusan luar negeri.

Kemudian Revisi Permenkes Nomor 67 Tahun 2013 Tentang Pendayagunaan Tenaga Kesehatan Warga Negara Asing, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Bidang Perumahsakitan.

Ada juga PP Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko, kata dia.

Sementara itu, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Baparekraf Rizki Handayani Mustafa menambahkan, dalam dua tahun terakhir Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) intensif membahas tentang wisata kesehatan. Upaya ini agar bisa mendapatkan produk-produk yang bakal dijual dalam industri wisata kesehatan.

Dari pemaparan Rizki, pengembangan wisata kesehatan Indonesia terbagi dalam empat ruang lingkup besar yakni wisata medis berbasis layanan unggulan, wisata kebugaran dan herbal berasis SPA, pelayanan kesehatan tradisional dan herbal, wisata olahraga kesehatan berbasis event olahraga, serta wisata ilmiah berbasis MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).

Masing-masing lingkup tersebut tertuang dalam Rencana Aksi Nasional tahun 2021 hingga 2024 dan akan menjadi fokus utama di setiap tahun. Selain itu, wisata medis juga berupaya menyediakan fasilitas kesehatan dengan harga terjangkau dan kualitas terbaik bagi para wisatawan, ujar Rizki.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) setiap tahun Warga Negara Indonesia (WNI) menghabiskan anggaran sebesar Rp1.600 triliun untuk berobat di luar negeri. Jumlah tersebut dikeluarkan oleh 600 ribu pasien yang diperkirakan terus bertambah setiap tahunnya.

Dengan besarnya potensi yang ada, Kementerian BUMN memproyeksikan bisa membangun 150 rumah sakit internasional berkapasitas besar agar mampu menampung pasien yang lebih banyak. Adapun jumlah rumah sakit internasional yang tersedia hingga saat ini baru 70 unit di seluruh Indonesia.

Artikel Asli