Pemerintah Rencana Mekarkan 58 Sentra Industri NTB

lombokpost | Ekonomi | Published at Kamis, 16 September 2021 - 11:56
Pemerintah Rencana Mekarkan 58 Sentra Industri NTB

MATARAM -Dinas Perindustrian NTB mendorong pembentukan 100 desa industri se-NTB. 100 Desa industri ini merupakan turunan dan pemekaran 58 embrio sentra industrialisasi yang ada di seluruh kabupaten kota se-NTB.

Didalamnya terdapat kegiatan industri berbasis desa di kawasan berbasis perumahan. Sebagai lingkup terkecil, desa industri akan bersinergi dengan program Kawasan Industri Halal (KIH). Dilakukan melalui pengelolaan Gerakan Membangun Ekonomi Indonesia (Gerbang Esa) yang diharapkan dapat terlaksana dengan baik.

Desa industri ditargetkan ada di tahun 2022, kata Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti, Rabu (14/9).

Banyak sentra di NTB dengan pesona dan produk industrialisasi yang berbeda. Misal, sentra kerajinan gerabah yang telah di-SK oleh bupati Lombok Barat. Ada juga sentra industri yang mengolah pembuatan sapu lidi, serabut kelapa, pandai besi, dan sebagainya. Mereka pelaku industri yang berpotensi didorong naik kelas. Rencananya, penyerapan produk akan dihubungkan dengan Trade and Distribution Center (TDC) yang dikelola oleh BUMD Gerbang NTB Emas dalam program Mahadesa. Sebab pihaknya menilai regulasi untuk memasarkan produk lokal di ritel modern cukup sulit.

TDC bisa jadi solusi. Ini juga akan menggeliatkan BUMDes dan masyarakat dari desa, papar Yanti.

Selain itu, hasil produk dari desa-desa industri diharapkan dapat menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan ekspor. Juga pemenuhan kebutuhan masyarakat lokal sehingga dapat menekan harga di pasaran. Hingga bermuara pada kemampuan substitusi impor. Seluruhnya akan berada dalam naungan pemerintah provinsi. Guna mengakomodir desa-desa yang belum dijadikan sentra oleh pemerintah kabupaten kota.

Desa industri akan di-SK oleh gubernur sehingga dapat diintervensi juga oleh kementerian bidang terkait, katanya.

Direktur PT Mahadesa Gerbang NTB Emas (GNE) Lalu Rahmat Taufiq Hidayat meyakini, tren bisnis dalam TDC Mahadesa cukup positif. Target penjualan tercatat naik dari hanya 10 persen menjadi 14 persen. Pemberlakuan PPKM tak berdampak signifikan bagi badan usaha milik pemerintah daerah ini. Sehingga tepat untuk menjadi wadah hilirisasi produk lokal, termasuk hasil produksi desa-desa industri. Sesuai tujuannya untuk memperkuat infrastruktur perekonomian di desa dan diharapkan mampu mengangkat berbagai produk IKM/UKM lokal.

Memang ada penurunan daya beli masyarakat, tapi tak berpengaruh signifikan, katanya. (eka/r9)

Artikel Asli