Luhut: Sektor Kesehatan Indonesia Memiliki Peluang Investasi Menjanjikan

limapagi.id | Ekonomi | Published at Kamis, 16 September 2021 - 09:34
Luhut: Sektor Kesehatan Indonesia Memiliki Peluang Investasi Menjanjikan

LIMAPAGI - Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan sektor kesehatan di Indonesia memiliki peluang investasi yang sangat menjanjikan. Potensi ini pun tengah dibidik pemerintah untuk membangun industri wisata medis nasional.

Dari penuturan Luhut, salah satu indikator besarnya peluang investasi di sektor kesehatan yakni kesadaran masyarakat Indonesia terhadap masalah kesehatan menunjukkan tren positif, terindikasi melalui pengeluaran di bidang kesehatan yang mencapai USD337 per kapita pada 2018.

Kemudian adanya peningkatan Foreign Direct Investment (FDI) di bidang kesehatan, dengan investasi tertinggi berasal dari Singapura, Australia dan China. Ini menandakan bahwa sektor kesehatan Indonesia memiliki peluang investasi yang menjanjikan di masa depan, kata Luhut melalui keterangannya, Kamis 16 September 2021.

Menurut dia, agar program pemerintah membangun wisata kesehatan dapat berjalan lancar, maka dibentuklah Indonesia Health Tourism Board (IHTB). Nantinya, pembentukan IHTB akan bertujuan untuk menyusun peta jalan (roadmap) wisata medis dan edukasi serta promosi kepada masyarakat.

Luhut optimistis dengan adanya program tersebut akan dapat memberikan nilai tambah terhadap industri kesehatan Tanah Air. Sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian dan memberikan efek ganda atau multiplier effect.

Tujuan utama pembentukan IHTB adalah untuk menaungi dan mengembangkan wisata kesehatan di Indonesia. IHTB juga diharapkan dapat meminimalisasi ketidakpercayaan masyarakat pada institusi medis di Indonesia, dan meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional, kata dia.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) setiap tahun Warga Negara Indonesia (WNI) menghabiskan anggaran sebesar Rp1.600 triliun untuk berobat di luar negeri. Jumlah tersebut dikeluarkan oleh 600 ribu pasien yang diperkirakan terus bertambah setiap tahunnya.

Dengan besarnya potensi yang ada, Kementerian BUMN memproyeksikan bisa membangun 150 rumah sakit internasional berkapasitas besar agar mampu menampung pasien yang lebih banyak. Adapun jumlah rumah sakit internasional yang tersedia hingga saat ini baru 70 unit di seluruh Indonesia.

Artikel Asli