Hadapi Penyelidikan Antitrust, Pendiri Kakao Kehilangan Posisi Orang Terkaya Korsel

inewsid | Ekonomi | Published at Kamis, 16 September 2021 - 06:41
Hadapi Penyelidikan Antitrust, Pendiri Kakao Kehilangan Posisi Orang Terkaya Korsel

SEOUL, iNews.id - Pendiri raksasa internet Korea Selatan Kim Beom-su Kakao kehilangan kekayaannya mencapai triliunan rupiah setelah media lokal mengungkapkan regulator negara itu sedang melakukan penyelidikan antitrust terhadap perusahaan.

Media lokal secara luas melaporkan Komisi Perdagangan Korea Selatan sedang menyelidiki Kim karena diduga memberikan laporan palsu tentang K Cube Holdings, perusahaan investasi yang dimiliki sepenuhnya oleh Kim selama lima tahun terakhir. K Cube Holdings adalah perusahaan induk Kakao, yang mengoperasikan aplikasi messaging populer bagi 46 juta pengguna lokal, hingga menyediakan pembayaran online dan layanan ride-hailing.

Mengutip Forbes , sejumlah media memberitakan Komisi Perdagangan Koresel telah mendatangi kantor Kakoa dan K Cube baru-baru ini. Berita itu secara efektif menjatuhkan Kim dari puncak daftar orang terkaya di Korea Selatan, menggerus kekayaannya hanya beberapa hari setelah regulator menegaskan akan menindak perusahaan tersebut karena menyalahgunakan dominasi pasar mereka.

Dalam waktu kurang dari tiga bulan, Kim kehilangan kekayaan hampir 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp70 triliun, terhitung sejak kekayaannya mencapai rekor 16,2 miliar pada akhir Juni 2021 lalu, yang membawanya menjadi orang paling tajir di Korea Selatan.

Menurut daftar Real-Time Billionaires Forbes , kekayaan bersih Kim diperkirakan sebesar 11,5 miliar dolar AS atau Rp163,6 triliun. Posisinya berada di belakang salah satu pendiri Celltrion Seo Jung-Jin. Merosotnya kekayaan bersih Kim akibat saham Kakao di Bursa Korea merosot sekitar 26 persen sejak akhir Juni lalu.

Kakao yang telah berusia 11 tahun mengoperasikan bank dan unit online dengan spesialisasi dalam fintech, kartun digital, dan ride-hailing bersama dengan messenger KakaoTalk-nya. Perusahaan dengan 118 afiliasi ini, bulan lalu mendirikan perusahaan blockchain Krust dan platform blockchain nirlaba Klaytn Foundation di Singapura.

Artikel Asli