Menko Airlangga: Tren Pertumbuhan Ekonomi Nasional Positif

republika | Ekonomi | Published at 15/09/2021 12:37
Menko Airlangga: Tren Pertumbuhan Ekonomi Nasional Positif

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, semua negara di dunia sedang berupaya bangkit dari pandemi Covid-19. Di Indonesia, kata dia, keberhasilan penanganan Covid-19 menyebabkan tren pertumbuhan ekonomi positif.

"Pada kuartal II 2021, ekonomi tumbuh 7,07 persen. Angka itu tertinggi sejak 16 tahun terakhir, lebih tinggi dari beberapa negara sekitar seperti Vietnam yang tumbuh 6,6 persen dan Korea Selatan 5,9 persen," ujar Airlangga dalam Webinar UOB Economic Outlook, Rabu (15/9).

Dari sisi suplai, lanjutnya, semua sektor tumbuh positif dan menunjukkan kinerja bagus, akibat membaiknya permintaan domestik dan mitra dagang. "Sektor pengolahan dan perdagangan sebagai kontributor utama perekonomian nasional tumbuh tinggi," ujar dia.

Dari sisi eksternal ekspor, lanjutnya, menunjukkan peningkatan tren perdagangan selama 15 bulan surplus. Posisi cadangan devisa pun relatif tinggi sebesar 144,8 miliar dolar AS per Agustus.

Dirinya menambahkan, pada semester pertama, berbagai leading indicator terus tunjukkan prospek kebaikan. Lalu dampak pengetatan mobilisasi pada Juli diperkirakan bersifat sementara.

"Maka melihat itu ditambah strategi yang disiapkan pemerintah guna mendorong ekonomi di sisa 2021, diharapkan perekonomian bisa tumbuh pada kuartal empat 2021 berkisar 3,7 persen sampai 4,5 persen, kemudian pada 2022 sebesar 5,2 persen. Proyeksi ekonomi ini sejalan dengan ekspektasi pemulihan ekonomi global," tutur dia.

Airlangga mengatakan, pencapaian target pertumbuhan ekonomi itu akan tergantung pada peran masyarakat dalam meningkatkan efektivitas pengendalian pandemi. Pemerintah, sambungnya, akan terus perkuat pengendalian pandemi dari hulu ke hilir guna memastikan pencegahan dan penanganan lebih efektif.

"Dari hulu di antaranya akselerasi vaksinasi, peningkatan disiplin prokes, peningkatan tracing, dan pembatasan masyarakat. Pada September ditargetkan vaksinasi dua sampai tiga juta per hark sehingga target vaksinasi 208 juta jiwa pada 2021 bisa tercapai. Sedangkan dari sisi hilir pelayanan kesehatan ditingkatkan demi mengendalikan pandemi Covid-19," jelasnya.

Artikel Asli