Jokowi: Nikel Diolah Jadi Baterai Mobil Listrik, Nilai Tambahnya Bisa Naik 11 Kali Lipat

inewsid | Ekonomi | Published at 15/09/2021 10:38
Jokowi: Nikel Diolah Jadi Baterai Mobil Listrik, Nilai Tambahnya Bisa Naik 11 Kali Lipat

JAKARTA, iNews.id - Pembangunan perdana ( groundbreaking ) pabrik baterai kendaraan listrik PT HKML Battery Indonesia di Karawang, Jawa Barat dimulai hari ini. Pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Asia Tenggara dengan nilai investasi sebesar 1,1 miliar dolar AS atau Rp15,6 triliun itu merupakan salah satu komitmen pemerintah untuk melakukan hilirisasi.

Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), hilirisasi ini akan membantu Indonesia segera keluar dari jebakan negara pengekspor bahan mentah dan meningkatkan nilai tambah ekonomi.

Strategi bisnis besar negara adalah keluar secepatnya dari jebakan negara pengekspor bahan mentah. Melepaskan ketergantungan pada produk-produk impor dengan mempercepat revitalisasi industri pengolahan, sehingga bisa memberikan peningkatan nilai tambah ekonomi yang semakin tinggi, katanya, Rabu (15/9/2021).

Salah satu bahan mentah yang dihilirisasi adalah nikel. Menurut Jokowi, cadangan nikel Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Karena itu, dia meyakini Indonesia bisa menjadi produsen utama produk barang berbasis nikel.

Dengan potensi yang luar biasa itu, saya yakin dalam 3 sampai 4 tahun ke depan melalui manajemen yang baik, manajemen pengelolaan yang baik Indonesia akan bisa menjadi produsen utama produk-produk barang jadi berbasis nikel. Seperti baterai lithium, baterai listrik, baterai kendaraan listrik, tuturnya.

Dia menyebut bahwa nilai tambah nikel jika diolah menjadi baterai mobil listrik mencapai 11 kali lipat.

Hilirisasi industri nikel akan meningkatkan nilai tambah bijih nikel secara signifikan. Jika diolah menjadi cell baterai nilainya bisa meningkat enam sampai tujuh kali lipat. Dan jika menjadi baterai mobil listrik akan meningkat lebih besar lagi nilai tambahnya, yaitu 11 kali lipat, tutur Jokowi.

Artikel Asli