Penjualan "Online" Vaksin Rabies Cegah Kematian

koran-jakarta.com | Ekonomi | Published at 15/09/2021 08:58
Penjualan "Online" Vaksin Rabies Cegah Kematian

JAKARTA - Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) melaporkan bahwa Vaksin Neo Rabivet sudah dapat dipesan melalui aplikasi VetmaLance (Veteriner Farma Layanan Cepat). Aplikasi e-commerce itu milik Pusvetma untuk mempermudah masyarakat membeli semua produk Pusvetma.

Pusvetma (Pusat Veteriner Farma) merupakan Unit Pelaksana Teknis Ditjen PKH yang telah menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Pusvetma telah banyak berkontribusi untuk dunia kesehatan hewan di Indonesia. Penjualan online ini sebagai upaya untuk mengantisipasi meningkatnya korban akibat rabies. Sebab per tahunnya ada 59.000 orang meninggal dunia karena terinfeksi rabies di dunia.

Direktur Jenderal PKH, Nasrullah mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi usaha Pusvetma untuk menjawab tuntutan inovasi teknologi di era 4.0 dengan penyediaan aplikasi pemasaran daring, Vetmalance. "Apa yang dilakukan Pusvetma ini memberikan kemudahan, akses yang luas kepada masyarakat untuk mendapatkan produk dan informasinya," ungkapnya di Jakarta, Selasa (14/9).

Dia mengatakan berbagai inovasi dan kemudahan seperti ini kami harapkan dapat mempercepat terwujudnya Indonesia bebas Rabies pada 2030.

Dari Surabaya Jawa Timur, Kepala Pusvetma Agung Suganda menuturkan Neo Rabivet merupakan satu-satunya vaksin rabies produksi dalam negeri yang mampu bersaing dengan vaksin dari luar negeri.

"Setelah melalui penelitian, uji laboratorium dan uji lapang, vaksin Neo Rabivet terbukti dapat berfungsi jauh lebih baik dari vaksin sebelumnya, tentunya melalui hasil kajian penelitian yang disajikan oleh para narasumber yang terdiri dari para pakar maupun dari Komisi Ahli Kesehatan Hewan," jelas dia.

Artikel Asli