Bakal Ada Pembahasan Uang Digital di KTT G20, Nasib CBDC Makin Jelas

limapagi.id | Ekonomi | Published at 15/09/2021 06:10
Bakal Ada Pembahasan Uang Digital di KTT G20, Nasib CBDC Makin Jelas

LIMAPAGI - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut sistem pembayaran di era digital jadi salah satu poin perbincangan dalam pembahasan jalur keuangan (finance track) di konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Indonesia.

Perry menuturkan keberadaan pandemi memunculkan digitalisasi yang semakin cepat di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Bank sentral pun memiliki dua inisiatif terkait hal itu, salah satunya adalah kerjasama mengenai digitalisasi sistem pembayaran antar negara.

Kerjasama di dalam sistem pembayaran juga di bank sentral mencakup juga inisiatif untuk bank-bank sentral mengeluarkan Center Bank Digital Currency (CBDC) termasuk juga rencana Indonesia untuk menerbitkan digital rupiah, kata Perry dalam konferensi pers tentang Presidensi Indonesia di G-20 Tahun 2022, Senin malam, 14 September 2021.

Perry menjabarkan ada tiga hal seputar uang digital yang akan dibahas. Pertama adalah bagaimana CBDC itu menjadi alat pembayaran yang sah di suatu negara.

Ada yang negara mendirikan sendiri, ada negara yang pemerintahnya bekerja sama dengan swasta, tambahnya.

Pembasahan kedua mencakup bagaimana CBDC itu tetap mendukung tugas-tugas bank sentral, baik di moneter, di sektor keuangan, sistem pembayaran dan layanan ekonomi secara keseluruhan.

Ketiga, bagaimana CBDC ini juga mendukung inklusi ekonomi dan keuangan, lanjut Perry.

Perry meyakini digitalisasi dalam sistem pembayaran akan mendukung percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan.

Ke depan mengenai sistem pembayaran secara luas bisa mengatasi berbagai permasalahan. Menurunkan biaya, bisa mempercepat, memperluas akses maupun juga tentu saja dengan praktek-praktek pasar yang baik, tandasnya.

Artikel Asli