Sri Mulyani soal Pandemi 2020: RI Masuk Situasi Genting tapi Bisa Dilewati

limapagi.id | Ekonomi | Published at 14/09/2021 11:21
Sri Mulyani soal Pandemi 2020: RI Masuk Situasi Genting tapi Bisa Dilewati

LIMAPAGI - Pandemi covid-19 masih melanda Indonesia sejak Maret 2020. Meski covid-19 memakan banyak korban, Indonesia berhasil melewati tahun 2020 dengan baik.

"Pemerintah terus berupaya. Alhamdulillah Indonesia telah melewati tahun 2020 dengan relatif cukup baik, bukan berarti tidak ada korban. Ada korban dari masyarakat kita yang terkena Covid-19," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta Selasa 14 September 2021.

Selain memakan korban jiwa, Sri Mulyani melihat pandemi Covid-19 juga membuat masyarakat mengalami tekanan di bidang sosial serta ekonomi. Kondisi tersebut, kata Sri Mulyani berdampak pada sektor keuangan.

"Indonesia melakukan langkah luar biasa, kegentingan yang memaksa ini disikapi oleh presiden dan pemerintah dengan mengeluarkan PP Nomor 1 tahun 2020, alhamdulillah Perppu Nomor 1 tahun 2020, diterima menjadi UU Nomor 2 tahun 2020," ujarnya.

Aturan itu menjadi landasan legal dan juga administrasi tata kelola bagi pemerintah, terutama dalam menggunakan keuangan negara selama menangani pandemi Covid-19.

"Tahun lalu kita bahkan mengubah dua kali APBN dengan Perpres 54 dan 72 Tahun 2020," ucapnya.

Dia mengatakan, banyak Kementerian dan Lembaga (K/L) yang anggarannya harus dipotong atau di-refocusing. Ada pula K/L yang mendapatkan anggaran besar.

Sri Mulyani mengambil contoh seperti Kementerian Kesehatan. Menurutnya, selain menghadapi ancaman Covid-19, Kemenkes juga menerima anggaran yang besar. Hal serupa juga dialami Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia.

"BNPB yang biasanya menghadapi bencana alam, ini dihadapkan pada bencana covid-19. Kemenaker yang harus melakukan program BPUM, bantuan untuk upah bagi masyarakat yang belum pernah terjadi," tuturnya.

Artikel Asli