Agenda Internasional Dorong Percepatan Vaksinasi

lombokpost | Ekonomi | Published at 13/09/2021 14:33
Agenda Internasional Dorong Percepatan Vaksinasi

MATARAM -Perhelatan ajang balap dunia SuperBike di Lombok, November mendatang secara tak langsung memberi dorongan percepatan vaksinasi. Momentum ini harus dipertahankan, guna makin mempercepat terjadinya herd imunity.

Kita kebut minimal 90 persen masyarakat sudah divaksin sebelum November, kata Sekretaris Dinas Pariwisata NTB Lalu Hasbulwadi, Minggu (12/9).

Ia mengklaim lebih dari 90 persen para pelaku industri pariwisata sudah divaksin. Seperti karyawan hotel dan restoran, hingga pramuwisata. Utamanya mereka yang bekerja di kawasan zona-zona wisata hijau, termasuk Mandalika. Yang menjadi pekerjaan rumah kali ini adalah masyarakat yang ada di 10 desa wisata penyangga KEK Mandalika. Diantaranya Desa Bonjeruk, Bilebante, Sukarara, Ungga, Setanggor, Penujak, Selong Belanak, Rambitan, Ganti, serta Kuta. Vaksinasi masyarakat di sepuluh desa ini masih kurang dari 60 persen. Padahal vaksin kita selalu tersedia, katanya.

Ia menilai, hal ini karena ada masyarakat yang masih enggan disuntik vaksin Covid-19 dengan beragam alasan. Karena banyak yang takut efek samping, dipengaruhi hoax, dan sebagainya. Padahal vaksinasi menjadi salah satu proses yang sangat krusial terkait kesuksesan pagelaran SuperBike. Tak sedikit pengusaha menggantungkan harapan pada perhelatan tersebut. Event ini digadang-gadang sebagai titik balik perekonomian NTB melalui kedatangan wisatawan. Sekaligus menjadi contoh dan persiapan menyambut MotoGP tahun depan. Sederet persiapannya juga tetap berjalan, imbuhnya.

Salah satu yang berharap perbaikan kondisi bisnis dari event yakni para perajin dan pedagang mutiara. Produk yang lama terserap menjadikan produksi dari tingkat perajin juga terhambat. Sebab target pasar kerajinan dan aksesori mutiara lokal didominasi wisatawan domestik dan mancanegara. Event ini saja harapan terakhir kita di masa pandemi ini, kata Muarar, sekretaris AsosiasiPersatuan Pedagang dan Perajin Mutiara Lombok (PEARL)NTB.

Pihaknya pun mengaku amat siap kembali berproduksi. Didukung bahan baku yang melimpah, eksekusi pembuatan dari ide dapat dilakukan segera. Variasi produk juga tinggal disesuaikan dengan tema kegiatan maupun keinginan pasar. Diharapkan, hal ini juga dapat mengambalikan eksistensi mutiara Lombok di pasar Internasional. (eka/r9)

Artikel Asli