Direktur LPMUKP Sarankan Pokdakan UMB Jadi Koperasi

jawapos | Ekonomi | Published at 13/09/2021 13:46
Direktur LPMUKP Sarankan Pokdakan UMB Jadi Koperasi

JawaPos.com Kelompok budidaya perikanan (pokdakan), yang mendapatkan pinjaman dana bergulir dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP), sebisa mungkin harus bermanfaat bagi warga sekitar. Lebih ideal lagi, bila pokdakan dapat berkembang menjadi koperasi.

Saran tersebut disampaikan Direktur LPMUKP Syarif Syahrial saat berdialog langsung dengan pengelola Pokdakan Udep Makmur Bersama (UMB) di Aceh Timur. Semakin banyak bekerjasama, semakin bermanfaat pula Pokdakan, kata Syahrial.

Saat mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan melakukan kunjungan kerja ke Aceh Timur, Selasa (7/9/2021), Direktur LPMUKP menyempatkan diri memonitor langsung aktivitas debitur setempat. Ia bertemu dengan Asnawi, selaku Ketua Pokdakan UMB, dan Naza S Putra, pendamping LPMUKP untuk wilayah Aceh Timur.

Menurut Syahrial, dengan berkembangnya Pokdakan UMB menjadi koperasi, maka nantinya akan semakin banyak masyarakat setempat ikut merasakan manfaat dari program dana bergulir yang diberikan oleh LPMUKP.

Menanggapi saran tersebut, Asnawi mengakui filosofis kata udep yang dipakai sebagai nama pokdakan, sangat sejalan dengan keinginan Direktur LPMUKP. Dalam bahasa setempat, udep berarti hidup. Nama tersebut berisi doa dan harapan, agar siapapun yang bekerjasama dengan mereka, dapat hidup dan makmur bersama.

Asnawi pun yakin mampu menjadikan pokdakannya sebagai koperasi sesegera mungkin. Insyaallah, kalau memang berusaha, pasti bisa, yang penting punya itikad baik memajukan petambakan di Aceh Timur, katanya.

Di samping itu, lanjutnya, dengan menjadi koperasi, ia berharap usaha yang dikelola nanti juga dapat menjual pakan, bibit, dan tampung udang bagi pembudidaya setempat. Sekarang orang-orang pada bingung mencari pakan, ungkapnya.

Kalau memang ada koperasi yang bisa menyediakan, tentunya masyarakat bisa mendapatkan pakan yang secara teknis di bawah pengawasan, agar dalam membudidaya udang sesuai standar. Setelah panen, udang kita tampung lalu kita kirim ke Medan, harap Asnawi.

Selain itu, tambahnya, keberadaan pendamping diakui Asnawi sangat membantu, terutama dalam hal keuangan. Alhamdulillah baik, pendamping bisa kerjasama dengan kita, karena masalah keuangan kita belajar ke dia, pungkasnya.

Artikel Asli