Ini Waktu Terbaik Berolahraga untuk Menjaga Kesehatan Otak

wartaekonomi | Ekonomi | Published at 13/09/2021 13:10
Ini Waktu Terbaik Berolahraga untuk Menjaga Kesehatan Otak

Olahraga menjadi rutinitas penting untuk menjaga imunitas, terlebih di saat pandemi Covid-19. Menurut Marcellina Leonora, founder dari Fitnest.id sekaligus Women Fitness Specialist, meski saat ini lebih banyak beraktivitas di rumah, tetap jangan melupakan aktivitas olahraga.

Menurut wanita yang akrab dipanggil Leony ini, olahraga dapat membentuk tubuh dan imun yang kuat untuk menghadapi kondisi yang tidak menentu seperti sekarang. Selain itu, ia juga menjelaskan manfaat lain dari berolahraga dan kapan waktu yang baik untuk berolahraga.

Selain membentuk tubuh dan imun yang kuat, olahraga juga membantu kita untuk terhindar dari gaya hidup kurang gerak (sedentary lifestyle). Menjadi kuat merupakan pilihan terbaik saat ini, adanya pandemi juga membuat kita sangat rentan mengalami obesitas dan terserang penyakit, karena kita jarang keluar rumah dan aktivitas kita sangat terbatas. Apabila kita bisa meningkatkan aktivitas kita selama di rumah, maka hal itu akan sangat membantu, ujar Leony dalam rilis Lemonilo, diterima Sabtu (11/9).

Dia mengatakan olahraga juga sangat bermanfaat untuk otak, karena ada beberapa hormon yang sangat berperan selama berolahraga. Salah satunya adalah dopamin, yang bisa membantu untuk meningkatkan motivasi dan fokus.

Selain itu, ada juga endorfin yang membantu untuk menghilangkan rasa sakit dan meningkatkan rasa bahagia. Hormon inilah yang membuat orang tidak merasa lelah dan justru merasa lebih segara selepas berolahraga.

Terakhir, ada hormon serotonin yang membuat kita lebih semangat dan membuat suasana hati menjadi lebih baik setelah berolahraga. Hormon serotonin ini dapat membantu teman-teman yang saat ini bekerja dari rumah menjadi lebih positif, bersemangat, dan produktif.

Ada juga manfaat lain dari olahraga yang jarang terlihat, yaitu melancarkan peredaran darah dan membantu distribusi oksigen serta nutrisi dalam tubuh menjadi lebih baik. Olahraga juga memiliki pengaruh yang signifikan bagi hippocampus, karena dapat meningkatkan daya ingat yang lebih baik, tambahnya.

Berapa kali dalam sepekan kita harus berolahraga?

Waktu ideal dan durasi olahraga dapat ditentukan berdasarkan tujuan yang akan dicapai. Menurut WHO, untuk olahraga dengan intensitas menengah bisa dilakukan mulai dari 75-150 menit per pekan, sedangkan olahraga berintensitas rendah bisa dilakukan mulai dari 150-300 per pekan.

Leony menganjurkan bila ingin menjaga kesehatan tubuh, maka dapat berolahraga selama 30 menit setiap hari dengan jangka waktu sebanyak tiga kali sepekan, yang disesuaikan dengan kesibukan setiap harinya. Namun, bila jika punya tujuan lebih spesifik, seperti ingin memperdalam olahraga tertentu, mengurangi berat badan, dan membentuk otot-otot di tubuh, maka orang memerlukan waktu yang lebih lama serta intensitas latihan lebih tinggi.

Leony juga menambahkan, tidak terlalu ada perbedaan yang signifikan antara berolahraga di pagi, siang, sore, dan malam hari. Berolahraga itu bisa menyesuaikan dengan waktu kosong yang dimiliki.

Namun, ketika berolahraga di sore dan malam hari, dia menyarankan untuk memilih gerakan yang lebih santai dan tidak terlalu intens karena dapat meningkatkan detak jantung dan suhu tubuh, sehingga akan sulit tidur.

Yang perlu diperhatikan saat berolahraga di rumah

Bagi teman-teman pemula dan jarang berolahraga, usahakan untuk tidak melakukan gerakan-gerakan yang tidak terlalu dinamis. Jangan sampai melakukan olahraga yang membuat kehabisan napas atau kehilangan fokus.

Variasi gerakan yang dilakukan bisa mengikuti tujuh foundational movement patterns, yaitu gerakan push, pull, squat, lunge, hinge, rotation, dan gait,m.

Menurut Leony, selain berolahraga, kita juga perlu menjaga tubuh agar tetap terhidrasi. Setiap orang memiliki kebutuhan minum yang berbeda, tergantung dari berat badan. Perhitungannya adalah 30ml x berat badan, dan hasilnya adalah kebutuhan minum kita setiap harinya.

Tidur yang cukup dan teratur juga sangat diperlukan, terutama dalam kondisi seperti sekarang. Tidur berkualitas dalam waktu selama enam hingga tujuh jam, tanpa terganggu. Kemudian bisa dilengkapi dengan menyantap makanan yang padat nutrisi, terutama makronutrisi yang mengandung protein, karbohidrat, dan lemak, tambahnya.

Sebelumnya, tanggal 9 September diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Indonesia. Sejarah mencatat bahwa 9 September 1948 adalah hari pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) I yang berlangsung di Surakarta, Jawa Tengah. Tujuan dari Haornas adalah untuk membuat masyarakat memahami pentingnya berolahraga dalam meningkatkan imunitas tubuh, serta menjadi salah satu upaya membudayakan olahraga di masyarakat.

Artikel Asli