Permintaan Ekspor Vanili Tetap Tinggi

lombokpost | Ekonomi | Published at 13/09/2021 12:30
Permintaan Ekspor Vanili Tetap Tinggi

MATARAM -Vanili memiliki potensi menjadi komoditas prioritas, karena permintaan ekspornya terus meningkat. Selain memberikan rasa wangi dan enak pada kue, vanili juga memiliki khasiat bidang kesehatan.

Permintaan minimal 10 ton hanya dari satu buyer, belum hitungan permintaan buyer yang lain, terang Muhir, pemilik UD Rempah Organik Lombok sekaligus eksportir vanili, Minggu (12/9).

Pasar terbesar vanili sejauh ini Amerika Serikat. Dapat diterima negara besar itu menunjukkan vanili produksi petani NTB sudah mumpuni dari segi kualitas. Pengiriman ke AS juga kini tak lagi harus melalui Bali, melainkan langsung dari NTB.

Sayangnya, komoditas ini hanya mampu terkirim sekitar 2-3 ton saja per tahun. Dengan kapasitas produksi hanya tiga atau maksimal empat ton. Hal ini karena minimnya lahan tanam komoditas vanili di NTB. Masalah selanjutnya terkait gagal panen. Disebabkan curah hujan cukup tinggi tahun ini. Cuaca masih menjadi kendala terbesar, katanya.

Mengatasinya, perlu campur tangan tak hanya pemerintah provinsi. Tapi juga pemerintah masing-masing kabupaten kota untuk memanfaatkan lahan kosong yang ada. Jadi ini perlu dilakukan, tinggal implementasi di lapangan melalui intervensi pemda setempat, ujar Kepala Dinas Perdagangan NTB Fathurrahman.

Selanjutnya dilakukan pembinaan untuk menghasilkan kualitas yang lebih baik lagi dan peningkatan kuantitas sesuai yang diinginkan. Menurutnya, pangsa pasar vanili organik lebih besar dibanding non organik. Dia berharap, ekspor komoditas perkebunan tetap moncer tahun mendatang. Ini seiring makin banyaknya permintaan dari luar, imbuhnya. (eka/r9)

Artikel Asli