Makanan Ini Bisa Menurunkan Risiko Penyakit Stroke Hingga 20%

wartaekonomi | Ekonomi | Published at 13/09/2021 11:30
Makanan Ini Bisa Menurunkan Risiko Penyakit Stroke Hingga 20%

Pola hidup turut memengaruhi risiko stroke dan penyakit jantung. Itu artinya, stroke bisa dicegah.

Studi peneliti di Jepang menunjukkan bahwa makan kacang kulit dapat menurunkan risiko terkena stroke iskemik atau penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsinya.

"Kami menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa penurunan risiko kejadian stroke iskemik yang terkait dengan konsumsi kacang yang lebih tinggi pada populasi Asia," kata penulis utama studi, Satoyo Ikehara, dilansir laman Express UK , Jumat (10/9).

Hasil studi menunjukkan bahwa menambahkan kacang ke dalam diet memiliki efek menguntungkan pada pencegahan strok iskemik. Kacang mengandung nutrisi bertindak sebagai pencegah komplikasi jantung.

"Asam lemak tak jenuh tunggal, asam lemak tak jenuh ganda, mineral, vitamin, dan serat makanan membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dengan mengurangi faktor risiko, termasuk tekanan darah tinggi, kadar kolesterol jahat dalam darah, dan peradangan kronis," ujar Ikehara.

"Menambahkannya sedikit saja ke dalam makanan seseorang bisa menjadi pendekatan yang sederhana tapi efektif untuk membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular," kata Ikehara.

Ada lebih dari 100 ribu kasus stroke di Inggris setiap tahun, sekitar 85 persen di antaranya adalah iskemik. Jenis stroke itu disebabkan oleh penyumbatan di arteri yang memotong suplai darah ke otak. Di sisi lain, strok hemoragik terjadi ketika ada pendarahan di otak yang merusak sel-sel di sekitarnya, dan menyumbang 15 persen dari insiden stroke.

Berbicara tentang perkiraan kenaikan angka stroke di tahun-tahun mendatang, wakil direktur kebijakan dan pengaruh di Stroke Association mengatakan, peningkatan beban strok diprediksi terjadi pada populasi yang menua, karena risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. Terlepas dari proyeksi itu, angka-angka menunjukkan tingkat kematian akibat strok terus menurun selama dekade terakhir.

Sebuah studi pada 2019 menemukan bahwa kematian akibat strok di Inggris telah berkurang setengahnya dalam waktu satu dekade. Kepala penelitian di Stroke Association, Richard Francis, mengatakan, ada 1,3 juta penderita strok di Inggris, dan angka itu akan meningkat menjadi lebih dari dua juta pada 2035.

"Penurunan angka kematian akibat stroke patut dirayakan, ada ratusan ribu orang di Inggris yang tidak akan berada di sini hari ini jika bukan karena lompatan dan batas dalam pemahaman tentang pengobatan akut strok, ujar Francis.

Artikel Asli