Kemenhub Kaji Pembatasan Penumpang 1 Mobil Maksimal 4 Orang di Puncak Bogor

inewsid | Ekonomi | Published at 13/09/2021 11:16
Kemenhub Kaji Pembatasan Penumpang 1 Mobil Maksimal 4 Orang di Puncak Bogor

BOGOR, iNews.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang mengkaji pemberlakuan kebijakan dua lapis ( layer ) di kawasan aglomerasi Puncak, Bogor pada akhir pekan, yakni dengan menerapkan permanen ganjil genap (gage) dan pembatasan penumpang kendaraan. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi kepadatan dan kemacetan arus lalu lintas yang kerap terjadi.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, pemberlakuan ganjil genap masih menunjukkan adanya kemacetan, sehingga perlu dikaji juga pembatasan penumpang maksimal 4 in 1 atau empat orang dalam satu mobil.

"Artinya kalau ganjil genap dilakukan, volume atau kapasitas kendaraan masih juga tinggi sehingga penggunaan jalan masih terganggu juga, ya kami akan gunakan layer kedua," kata Budi, dikutip dari Antara, Senin (13/9/2021).

Dia menuturkan, layer satu berarti penerapan ganjil genap terpadu di kawasan aglomerasi Puncak seperti biasa. Akan tetapi, ketika volume kendaraan masih kurang terkendali maka layer dua, 4 in 1 juga akan diberlakukan.

"4 in 1 berarti satu mobil dibatasi empat orang, mungkin seperti itu," ujarnya.

Untuk itu, dia menuturkan, Kemenhub pada pekan ini akan berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, termasuk Polres Bogor, Polresta Bogor, Polres Cianjur, Polres Sukabumi, Polres Sukabumi Kota bersama Polda Jabar.
Selain itu, Bupati Bogor Ade Yasin dan melibatkan dengan unsur masyarakat Bogor "ngahiji" dengan 25 orang perwakilan.

Sambil melakukan pengembangan regulasi itu, penerapan ganjil genap bisa tetap dilaksanakan jika diperlukan.

"Regulasi kita kembangkan, uji coba kalau memang masih kurang bisa kita lakukan kembali, tetapi mudah-mudahan karena sudah koordinasi dengan masyarakat sekitar Puncak yang mungkin mempunyai kepentingan terhadap kebijakan menekan penyebaran Covid-19 ini dan masyarakatnya juga akan kami libatkan," tuturnya.

Sementara itu, Budi menjelaskan, penerapan ganjil genap pada pekan pertama terkendala sosialisasi, sehingga masih ada masyarakat yang menunggu di gerbang tol untuk melihat waktu kosong pemeriksaan, apalagi sampai mencari jalan tikus atau jalur alternatif untuk menerobos ganjil genap.

"Dari Polri, saat ini sudah mengantisipasi. Masalahnya masyarakat banyak belum tahu sehingga menghambat lalu lintas yang mana yang boleh naik ke atas," ucap Budi.

Artikel Asli