Apex : Kontainer Tidak Langka, Cuma Salah Strategi

lombokpost | Ekonomi | Published at 13/09/2021 09:29
Apex : Kontainer Tidak Langka, Cuma Salah Strategi

MATARAM -Ketua Asosiasi Pengusaha Eksportir (Apex) NTBAnhar Tohri menepis kesulitan kontainer yang dialami para eksportir. Ia mengklaim tak ada kelangkaaan kontainer. Karena ketentuan terkait ketersediaan kontainer sudah termasuk dan tercantum dalam perjanjian atau MOU antara penjual dan pembeli.

Berdasar perjanjian, penyedia kontainer bisa pembeli maupun penjual. Menurutnya, dalam terms and condition MOU sudah tercantum banyak hal. Misalnya terkait kesepakatan harga, lama proses produksi, penggunaan sarana transportasi pengiriman, dan sebagainya.

Seharusnya bukan saat barang jadi baru pesan kontainernya, kritiknya, Minggu (12/9).

Biasanya kata dia, pihak pembeli yang menyiapkan ketersediaan kontainer. Sehingga biaya kontainer sudah termasuk dalam biaya keseluruhan dalam perjanjian. Biaya tersebut biasanya akan terpotong untuk membayar kontainer oleh pembeli. Dengannya kontainer pun siap maksimal delapan hari sesudah barang ekspor berada di pelabuhan. Selain itu, kontainer di seluruh negara juga sudah terdata dari dan menuju lokasi negara tujuan.

Termasuk kisaran harga kontainer juga sudah ditentukan. Bergantung jauh dekat jarak negara tujuan. Pokoknya keberadaan kontainer itu sudah diatur sedemikian rupa. Sehingga tidak ada kelangkaan kontainer, imbuhnya.

Boleh jadi, kesulitan kontainer hanya dialami oleh para eksportir baru. Namun, pada dasarnya hal ini seharusnya tak lagi menjadi masalah, sebab sudah diatur dalam perjanjian atau MOU tersebut. Tinggal pilih kontainer mana tergantung volume barang, imbuhnya.

Sebelumnya, eksportir kopi mengeluh kelangkaan kontainer yang bermuara pada ongkos yang melonjak. Kenaikan harga tersebut diperkirakan mencapai hingga 300 persen dari situasi normal. Padahal, permintaan kopi dari luar negeri tengah meningkat. Ongkir mahal membuat buyer menahan daya belinya, ujar salah satu eksportir kopi, Dodi Adiwibowo, pemilik Etnik Lombok Kopi. (eka/r9)

Artikel Asli